"Dari Rakyat Untuk Rakyat". Begitulah kutipan perkataan Serda Suharman, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Distrik Militer 0308 Pariaman, Sumatera Barat. Dia membangun jembatan dengan nilai lebih dari Rp80 juta di Korong Duku, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman secara swadaya.
Kalimat itu ia pilih karena pada awalnya dia berasal dari masayarakat maka dia juga harus mengabdi kepada masyarakat. Pengabdian yang dia lakukan yaitu membangun jembatan agar warga di daerah itu keluar dari terisolir. Setidaknya ada 40 kepala keluarga tidak memiliki akses jalan ke pusat nagari dan kecamatan.
Pembangunan jembatan yang dilakukan oleh Serda Suharman tersebut dimulai sejak Oktober 2017 yang dananya berasal dari sebuah perusahaan sebesar Rp50 juta dan sisanya dari swadaya masyarakat.
Dibangunnya jembatan tersebut berawal dari siswa yang menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah serta sulitnya akses petani untuk menjual hasil pertaniannya.
"Ketika hujan lebat dan arus sungai deras maka siswa tidak dapat sekolah," kata Serda Suharman pada Kamis lalu.
Melihat kondisi tersebut ia berupaya mencari bantuan dana dari perusahaan dan mengajak masyarakat untuk mau menyumbangkan uang guna pembangunan jembatan itu.
Agar pembangunan tersebut tidak memakan dana yang besar maka ia mengajak masyarakat untuk bergotong royong.
"Setiap Minggu melakukan gontong royong namun saya setiap hari terus memantau jembatan ini," ucapnya.
Namun saat ini ia kesulitan dalam mencarikan dana untuk kelanjutan pembangunan jembatan dan dan jalan sepanjang dua kilometer tersebut.
Serda Suharman berharap pihak terkait mau mengalokasikan anggaran untuk kelanjutan pembangunan jembatan dan jalan tersebut.
"Kalau tidak warga yang tinggal di sana akan terus kesulitan mendapatkan akses transportasi," ujarnya.
Jika jembatan dan jalan tersebut sudah selesai maka akan berpengaruh besar terhadap perkonomian warga setempat.
Walaupun warga di daerah itu memiliki akses ke Nagari Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam namun jarak yang ditempuh cukup jauh.
Serda Suharman mengaku apa yang dia perbuat tersebut barasal dari hati nurani dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat.
"Saya ini kan dari rakyat jadi memang untuk rakyat," tegasnya.
Terpisah, Mansyur (77) warga setempat berharap pemerintah setempat mau mengalokasikan anggaran untuk kelanjutan pembangunan jembatan dan jalan sepanjang dua kilometer tersebut.
"Semenjak kami tinggal di sini pemerintah tidak pernah membantu akes jalan," tambahnya.
Ia sangat membutuhkan jalan dan jembatan tersebut karena jalur ini akses terdekat kami menuju pusat kecamatan dan nagari.
Mendengar ada Babinsa yang sedang membangun jembatan, Komandan Kodim 0308 Pariaman, Letkol Arh Hermawansyah di Pariaman mengatakan ada delapan poin wajib TNI.
"Sedangkan apa yang dilakukan Babinsa tersebut merupakan poin yang ke delapan," kata dia.
Poin ke delapan tersebut yaitu menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.
Letkol Arh Hermawansyah mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Serda Suharman karena Babinsa tersebut tetap berbuat meski menghadapi berbagai tantangan termasuk pembiayaan.
Apa yang dilakukan oleh Serda Suharman tersebut meruakan ujud bakti dan menjalin ikatan yang baik antara TNI dan rakyat. Apabila rakyat dan TNI memiliki ikatan yang baik maka TNI akan semakin kuat. TNI Kuat Bersama Rakyat.
Video
