Sebanyak empat kapal yang bersandar di muara Batang Piaman, Kota Pariaman, Sumatera Barat rusak dan kandas akibat diterjang ombak laut pasang dan cuaca ekstrem pada Rabu sekitar pukul 05.00 WIB.
"Kondisinya belum bisa dievakuasi karena gelombang masih tinggi," kata Kasatpolair Polres Pariaman Iptu Sirjon Hardi di Pariaman, Rabu.
Empat kapal yang karam itu yaitu dua kapal wisata dan satu kapal syahbandar dengan kondisi rusak berat, lalu satu kapal Tagana dengan kondisi rusak ringan.
Ia menyampaikan tingginya gelombang ombak di daerah itu sudah terjadi sekitar seminggu terakhir namun kondisi gelombang pagi tadi lebih besar dari biasanya.
"Kalau kata nelayan kondisi gelombang tinggi ini masih akan berlanjut sekitar 10 sampai 15 hari ke depan," katanya.
Sementara itu, salah seorang pemilik kapal wisata karam di muara tersebut Hendri Saputra (45) mengatakan setidaknya kerugian yang dialaminya akibat peristiwa itu mencapai Rp10 juta.
"Kapal ini masih bisa diperbaiki namun dananya besar yaitu Rp10 juta dan harus menunggu ombak tenang untuk dievakuasi," ujarnya.
Ia mengatakan dana perbaikan kapal tersebut menggunakan dana pribadi karena sarana usahanya itu tidak mendapat asuransi dari pihak terkait.
Ia menyebutkan untuk membuat kapal wisata miliknya itu setidaknya dana yang dibutuhkan sekitar Rp50 juta dan itu pun menggunakan mesin bekas.
Semenjak pandemi COVID-19 kapal wisata di daerah itu lebih banyak bersandar di muara karena objek wisata pulau ditutup serta tidak adanya wisatawan.