Parik Malintang (Pumpunan) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, meminta Pemerintah Pusat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di Destinasi Tujuan Wisata (DTW) yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 guna memulihkan ekonomi masyarakat.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menekankan bahwa perbaikan fasilitas penunjang pariwisata memerlukan intervensi pusat agar proses rehabilitasi berjalan lebih terarah dan cepat.
"Kerusakan infrastruktur penunjang pariwisata dinilai perlu segera mendapatkan perhatian melalui dukungan program pemerintah pusat agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan terarah," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Jumat.
Menurut John Kenedy, sektor pariwisata merupakan urat nadi ekonomi warga setempat. Oleh karena itu, pemulihan pascabencana tidak hanya soal perbaikan fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlangsungan penghasilan masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.
"Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong kembali aktivitas pariwisata sekaligus meningkatkan daya saing destinasi daerah," katanya.
Sebagai langkah konkret, Bupati bersama Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Padang Pariaman telah mengunjungi Kementerian Pariwisata RI pada Kamis (26/2) untuk memaparkan Rincian Output (RO) Bantuan Pemerintah (Banper) DTW.
Kepala Disparpora Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung menyebutkan bahwa 12 dari 21 objek wisata aktif di daerah itu mengalami kerusakan infrastruktur. Saat ini, pemerintah daerah baru sebatas melakukan aksi bersih-bersih di empat objek wisata sebagai upaya awal memberikan kenyamanan kepada pengunjung.
"Namun untuk perbaikan kami belum bisa karena saat bencana terjadi penyusunan anggaran 2026 telah selesai," kata Anton.
Ia menambahkan, keterbatasan ruang anggaran daerah menjadi kendala utama dalam memperbaiki kerusakan yang masif, sehingga bantuan pusat menjadi harapan satu-satunya.
Meski demikian, Anton mencatat kunjungan wisatawan mulai menunjukkan tren peningkatan seiring membaiknya cuaca.
Sejumlah objek wisata seperti Pemandian Rumah Putiah dan Lubuk Bonta di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam dilaporkan sudah mulai beroperasi kembali dan ramai dikunjungi.
"Objek wisata sudah beroperasi kembali, bahkan telah banyak wisatawan berkunjung diantaranya di Pemandian Rumah Putiah dan Lubuk Bonta," ujar Anton.
Sementara itu, untuk wisata minat khusus seperti LA Rafting dan Lubuk Nyarai, kunjungan masih terbatas akibat putusnya akses jembatan utama. Wisatawan saat ini terpaksa menggunakan jalur alternatif melalui jalan lingkar Stadion Utama Sumbar untuk mencapai lokasi tersebut.