Pumpunan - Doa adalah senjata orang beriman, dan sebaik-baik kalimat doa adalah yang diabadikan oleh Allah SWT dalam kitab suci-Nya. Artikel ini menyajikan kompilasi doa-doa mustajab yang dipanjatkan oleh para Nabi dalam berbagai konteks. Dengan memahami latar belakang dan makna di balik setiap ayat, kita dapat meneladani adab para Nabi dalam berkomunikasi dengan Allah SWT secara benar dan penuh keyakinan.
1. Doa Nabi Luth AS (Memohon Pertolongan dari Kemungkaran)
Diucapkan saat beliau menghadapi kaumnya yang melakukan kemaksiatan besar dan melampaui batas.
"Rabbin-shurni 'alal qawmil mufsidin."
"Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas golongan orang-orang yang berbuat kerusakan itu." (QS. Al-Ankabut: 30)
2. Doa Nabi Syuaib AS (Kepasrahan dalam Keputusan)
Doa ini menunjukkan ketawakalan total kepada Allah saat menghadapi pertentangan dari kaumnya.
"Wasi'a Rabbuna kulla syai'in 'ilma, 'alallahi tawakkalna. Rabbanaftah bainana wa baina qawmina bil-haqqi wa Anta Khairul fatihin."
"Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik." (QS. Al-A'raf: 89)
3. Doa Nabi Muhammad SAW (Memohon Tambahan Ilmu)
Meskipun Al-Qur'an secara keseluruhan adalah wahyu kepada beliau, ada ayat spesifik yang memerintahkan Rasulullah SAW untuk berdoa memohon ilmu.
"Rabbi zidni 'ilma."
"Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku." (QS. Thaha: 114)
4. Doa Nabi Nuh AS (Memohon Tempat yang Berkah)
Diucapkan saat kapal beliau akan berlabuh pasca banjir besar. Doa ini sangat baik dibaca saat kita menempati rumah baru atau memasuki kendaraan.
"Rabbi anzilni munzalam mubarakan wa Anta Khairul munzilin."
"Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat." (QS. Al-Mu'minun: 29)
5. Doa Nabi Ibrahim AS (Agar Amalan Diterima)
Diucapkan bersama Nabi Ismail AS saat mereka selesai membangun Kakbah.
"Rabbana taqabbal minna, innaka Antas-Sami'ul 'Alim."
"Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 127)