Pumpunan - Umat muslim percaya bahwa agama pertama yang diturunkan Allah ke bumi ialah Islam. Hal tersebut didasari tuhan itu hanya satu Allah dan Allah yang menciptakan Nabi Adam As. Tauhid tersebut terus diajarkan kepada umat manusia hingga Nabi Muhammad SAW. Diutusnya Nabi Muhammad SAW oleh Allah untuk menyempurnakan Islam yang dipahami oleh umat manusia.
Disisi lain, Islam juga dianggap sebagai agama terakhir karena agama ini dikenal datang bersamaan dengan diangkatnya Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul Allah.
1. Islam: Definisi "Pertama" vs "Terakhir"
Untuk memahami ini, kita harus membedakan antara Islam sebagai esensi (Tauhid) dan Islam sebagai syariat (hukum formal).
Islam sebagai Esensi (Agama Pertama)
Dalam teologi Islam, agama yang dibawa oleh Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW adalah satu pesan yang sama: Menyembah Tuhan yang Maha Esa (Tauhid).
Secara bahasa, Islam berarti "berserah diri kepada Allah". Oleh karena itu, seluruh nabi—mulai dari Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, hingga Isa—dianggap sebagai Muslim dalam konteks berserah diri kepada Allah.
Jadi, Islam adalah agama pertama karena ia adalah fitrah dasar manusia sejak penciptaan.
Islam sebagai Syariat (Agama Terakhir).
Yang kita kenal sekarang sebagai "Agama Islam" dengan rukun Islam, salat lima waktu, dan Al-Qur'an, adalah syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Islam juga disebut sebagai agama terakhir karena Muhammad adalah Khatamun Nabiyyin (Penutup para Nabi). Al-Qur'an hadir sebagai penyempurna dan pengoreksi pesan-pesan sebelumnya yang mungkin telah memudar atau berubah seiring waktu.
2. Apakah Ada Pihak yang Mengubah Sejarah?
Pertanyaanmu tentang "apakah ada yang mengubah sejarah" sangat menarik. Alih-alih melihatnya sebagai konspirasi gelap, kita bisa melihatnya dari dua sudut pandang:
A. Pergeseran Terminologi
Secara historis, pengikut Nabi Musa menyebut diri mereka Bani Israil (yang kemudian berkembang menjadi Yudaisme), dan pengikut Nabi Isa disebut Nasrani (Kristen).
Dari perspektif Islam, mereka awalnya membawa pesan yang sama (Islam/Tauhid), namun seiring berjalannya ribuan tahun, identitas komunitas ini mengkristal menjadi agama yang berbeda secara institusional. Jadi, "perubahan" ini terjadi secara sosiologis dan linguistik.
B. Konsep Tahrif (Perubahan Kitab)
Dalam Al-Qur'an, disebutkan adanya konsep Tahrif, yaitu kondisi di mana sebagian ahli kitab mengubah isi atau penafsiran firman tuhan demi kepentingan tertentu.
"Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; 'Ini dari Allah', (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu..." (QS. Al-Baqarah: 79)
Jadi, dari kacamata Islam, sejarah memang "berubah" bukan karena sejarahnya yang salah, melainkan karena pesan aslinya yang dimodifikasi oleh manusia di masa lalu, sehingga muncul kebutuhan akan Nabi Muhammad untuk mengembalikan sejarah tersebut ke jalur yang benar.
Satu Pesan, Banyak Zaman
Islam tidak melihat dirinya sebagai agama "baru" yang muncul di abad ke-7, melainkan sebagai restorasi dari kebenaran kuno yang sudah ada sejak manusia pertama menginjakkan kaki di bumi.
Singkatnya, Islam dianggap terakhir karena ia adalah "edisi revisi final dan lengkap" dari buku yang sama yang sudah diterbitkan sejak awal zaman. Tidak ada yang benar-benar bisa "menghapus" jejak ini karena dalam Islam, kebenaran itu bersifat abadi.