Parik Malintang (Pumpunan) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, menerima bantuan alat perekayasaan pembuatan briket dari tongkol jagung dari Pemerintah Provinsi Sumbar guna mengakselerasi peningkatan ekonomi petani di sektor komoditas jagung.
Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan potensi limbah pertanian yang selama ini belum tergarap maksimal menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi.
"Tongkol jagung yang selama ini mungkin dianggap sebagai limbah ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Kamis (5/3).
Ia menegaskan bahwa bantuan alat tersebut merupakan representasi dari esensi sebuah inovasi, yakni kemampuan untuk mengubah tantangan menjadi peluang dan mengonversi potensi menjadi kekuatan ekonomi bagi masyarakat.
Menurut John, hadirnya teknologi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para inovator daerah untuk terus berkreasi dalam mendayagunakan sumber daya lokal.
Hal ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi tepat guna yang mampu memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat serta memperkuat struktur ekonomi daerah.
Atas dukungan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Daerah Provinsi Sumbar. Ia menilai bantuan tersebut tidak hanya membantu menaikkan taraf hidup petani, tetapi juga memicu pemerintah kabupaten untuk terus melahirkan terobosan baru.
Pemkab Padang Pariaman, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat, baik di sektor pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi dan penguatan daya saing daerah.
"Ia berharap dengan adanya alat tersebut maka petani dapat memanfaatkan tongkol jagung untuk memproduksi briket sehingga perekonomian mereka dapat meningkat," tuturnya.
Penyediaan alat pembuatan briket ini menjadi krusial bagi Padang Pariaman mengingat komoditas jagung kini tengah menjadi primadona di tingkat petani. Tingginya minat tanam ini didorong oleh harga jual jagung yang relatif stabil dan kompetitif di pasar.
Berdasarkan data sektoral, produksi jagung di Kabupaten Padang Pariaman mencapai puluhan ribu ton per tahun. Dengan volume produksi yang masif tersebut, potensi limbah tongkol jagung yang tersedia sangat melimpah untuk diproses menjadi bahan bakar alternatif