-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Padang Pariaman normalisasi 12 sungai terdampak bencana

Senin, 02 Maret 2026 | 6:15 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-02T11:15:00Z

Ekskavator dari BWS Sumatra V memasang karung geobag untuk pagar muara Sungai Batang Ulakan, Padang Pariaman, Sumbar agar tidak semakin terdampak akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir tahun lalu.


Parik Malintang (Pumpunan) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, mencatat sebanyak 12 aliran sungai besar di wilayah tersebut telah menjalani proses normalisasi darurat melalui pengerahan alat berat guna memitigasi dampak serta menangani pascabencana hidrometeorologi yang melanda pada pengujung tahun lalu.

"Sebagian besar kami lakukan pengerukan dan pengalihan aliran sungai, namun sifatnya masih tanggap darurat," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, di Parik Malintang, Minggu malam (1/3).

Ia menjelaskan bahwa seluruh 12 sungai besar yang melintasi Padang Pariaman terdampak oleh bencana tersebut. Dari jumlah itu, kerusakan signifikan terpantau pada beberapa aliran utama, di antaranya Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, dan Batang Naras.

Meskipun normalisasi pada 12 sungai tersebut telah rampung untuk kategori kerusakan sedang dan ringan, El Abdes mengakui bahwa penanganan untuk kerusakan berskala besar belum dapat dilakukan secara maksimal hingga saat ini.

Ia menguraikan bahwa penanganan sungai terdampak melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari penyewaan alat berat oleh Pemkab Padang Pariaman, dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar, hingga intervensi pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera.

"Semuanya kami telah kami tangani dengan baik, bahkan juga aliran Sungai Batang Atokan, karena alirannya juga mengalir di wilayah Padang Pariaman," katanya.

Terkait titik kerusakan berat, El Abdes menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BWS untuk penanganan segera, terutama di aliran Sungai Batang Anai.

Saat ini, lanjut dia, ekskavator dari BWS Sumatera V tengah melakukan pemasangan proteksi tebing di muara Sungai Batang Ulakan dengan memanfaatkan teknologi kantong geobag.

Selain itu, Padang Pariaman juga telah menerima kunjungan dari Balai Teknik Sungai Solo untuk melakukan kajian teknis khusus. Tim tersebut telah memetakan pola gerusan air pada tepian sungai guna menentukan spesifikasi konstruksi pengamanan tebing yang paling sesuai.

"Jadi penanganannya tergantung dari kajian yang telah dilakukan," ujarnya.



×
Berita Terbaru Update