Pumpunan - Dalam menjalankan ibadah puasa, baik itu puasa wajib di bulan Ramadhan maupun puasa sunnah (seperti Senin-Kamis atau Daud), sahur sering kali dianggap sebagai "beban" bagi mereka yang sulit bangun pagi. Namun, bagaimana sebenarnya hukum sahur dalam syariat Islam?
1. Hukum Sahur: Sunnah, Bukan Wajib
Secara hukum fikih, sahur tidaklah wajib. Artinya, jika seseorang tertidur dan tidak sempat sahur, atau sengaja tidak sahur karena merasa masih kenyang, puasanya tetap sah dan valid selama ia sudah berniat dan menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Meskipun tidak wajib, sahur sangat ditekankan (Sunnah Muakkadah). Rasulullah SAW bersabda:
"Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan." (HR. Bukhari & Muslim)
2. Perbedaan Puasa Muslim dan Ahli Kitab
Salah satu alasan mengapa sahur sangat dianjurkan adalah sebagai pembeda antara umat Islam dengan umat terdahulu (Yahudi dan Nasrani). Rasulullah SAW menjelaskan bahwa yang membedakan puasa kita dengan mereka adalah makan sahur. Dengan bersahur, kita menjalankan identitas ibadah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
3. Keberkahan di Balik Makan Sahur
Mengapa kita sangat disarankan untuk tidak melewatkan sahur? Ada beberapa manfaat besar di baliknya:
Kekuatan Fisik: Sahur memberikan nutrisi dan energi yang dibutuhkan tubuh agar tetap produktif dan tidak lemas selama beraktivitas di siang hari.
Waktu Mustajab: Waktu sahur (sepertiga malam terakhir) adalah waktu di mana doa-doa dikabulkan dan Allah SWT turun ke langit dunia untuk memberi ampunan.
Shalawat Malaikat: Orang yang bersahur mendapatkan doa dan shalawat dari para malaikat.
4. Batas Waktu Sahur
Sesuai sunnah, sahur sebaiknya dilakukan di akhir waktu (mendekati waktu Imsak atau Adzan Subuh). Hal ini bertujuan agar cadangan energi di dalam tubuh bertahan lebih lama selama menjalankan puasa.
Secara singkat, tidak berdosa jika tidak sahur, dan puasa Anda tetap dianggap sah. Namun, melewatkan sahur berarti Anda melewatkan keberkahan, pahala sunnah, dan bantuan fisik yang telah disediakan oleh Allah SWT.
Cukup dengan segelas air putih dan sebutir kurma, Anda sudah terhitung menjalankan sunnah sahur.