-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Mengapa Pasukan PBB Tak Membalas Serangan Militer? Simak Penjelasannya

Minggu, 05 April 2026 | 8:56 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-05T14:04:51Z

Pumpunan – Insiden serangan yang kerap menyasar pasukan penjaga perdamaian PBB (UN Peacekeepers) di berbagai zona konflik, termasuk yang baru-baru ini melukai personel TNI di Lebanon (UNIFIL), memicu pertanyaan publik: mengapa pasukan dengan persenjataan lengkap tersebut seolah tidak membalas?

Operasional "Helm Biru" terikat pada mandat internasional yang sangat spesifik, yang berbeda dengan operasi militer perang pada umumnya.
Berikut adalah tiga pilar utama yang mendasari kebijakan non-ofensif pasukan PBB:

1. Prinsip Netralitas dan Ketidakberpihakan
Pasukan PBB hadir di wilayah konflik atas kesepakatan pihak-pihak yang bertikai. Untuk menjaga fungsi sebagai mediator dan penengah, mereka wajib menjaga jarak dari konflik fisik. Jika PBB membalas serangan secara masif, mereka akan kehilangan legitimasi sebagai pihak netral dan bertransformasi menjadi pihak dalam perang (party to the conflict).

2. Aturan Pelibatan (Rules of Engagement)
Berdasarkan mandat Dewan Keamanan PBB, penggunaan kekuatan senjata hanya diizinkan sebagai upaya terakhir dan terbatas pada pertahanan diri (self-defense). "Penggunaan kekuatan harus proporsional dan hanya untuk menghentikan ancaman langsung, bukan untuk melakukan serangan balik taktis atau menghancurkan musuh," ujar pengamat hubungan internasional.

3. Prioritas De-eskalasi
Misi utama PBB adalah menciptakan stabilitas. Balasan militer secara terbuka dikhawatirkan justru akan memicu eskalasi konflik yang lebih luas, membahayakan keselamatan ribuan warga sipil yang mereka lindungi, serta memutus jalur diplomasi yang sedang dibangun.

Meski demikian, PBB tetap mengutuk keras setiap serangan terhadap personelnya. Setiap insiden biasanya ditindaklanjuti melalui jalur protes diplomatik formal dan investigasi hukum internasional guna menuntut pertanggungjawaban dari negara atau kelompok penyerang.

Hingga saat ini, PBB terus mendesak semua pihak yang berkonflik untuk menghormati keamanan personel penjaga perdamaian yang dilindungi oleh hukum humaniter internasional.



×
Berita Terbaru Update