Parik Malintang (Pumpunan) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat membangun enam jembatan pada 2025 yang tersebar di empat kecamatan di daerah tersebut.
Menariknya infrastruktur yang diresmikan pada Jumat (10/4) siang tersebut dikerjakan berkat strategi efisiensi anggaran yang ketat di tingkat organisasi perangkat daerah terkait.
Peresmian yang dipusatkan di Kecamatan Batang Gasan tersebut menandai selesainya penantian panjang masyarakat atas infrastruktur yang sempat lumpuh bertahun-tahun.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis saat sambutan pada peresmian jembatan tersebut mengakui bahwa membangun infrastruktur masif di tengah kebijakan efisiensi adalah tantangan besar. Namun, demi mobilitas warga, proyek ini tidak bisa ditunda lagi.
"Jembatan-jembatan ini sebelumnya rusak pada masa lima sampai enam tahun yang lalu, sehingga bagi kami infrastruktur ini harus segera diperbaiki," ujar John Kenedy Azis saat prosesi peresmian.
Hal tersebut karena pembangunan infrastruktur masih menjadi urat nadi bagi aspek sosial dan penggerak roda ekonomi masyarakat setempat, sehingga pengerjaannya tetap diprioritaskan meski kondisi fiskal sedang ketat.
Adapun lokasi pembangunan jembatan tersebut yaitu di Kecamatan Batang Gasan, Lubuak Aluang, Ulakan Tapakis, dan IV Koto Aur Malintang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, menjelaskan bahwa seluruh jembatan ini berada di lokasi terdampak bencana yang sudah lama dikeluhkan warga.
Terkait pendanaan, El Abdes mengungkap rahasia di balik suksesnya proyek ini. Pihaknya melakukan penghematan internal pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai respons atas kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat
"Setidaknya dana yang terkumpul hasil efesiensi tersebut sekitar Rp20 miliar," jelas El Abdes.
Tak hanya jembatan, pada tahun lalu Pemkab juga telah menuntaskan perbaikan lima ruas jalan rusak berat yang menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat di berbagai titik di Padang Pariaman.