Padang Pariaman (Pumpunan) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, secara resmi menuntaskan penyaluran bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana hidrometeorologi melalui pendistribusian tahap keempat.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) di Padang Pariaman, Jumat, mengatakan penyaluran tahap akhir yang menyasar 120 UMKM tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memulihkan ekonomi masyarakat pascabencana.
“Alhamdulillah, kita telah tuntaskan penyaluran untuk 120 UMKM. Artinya, 570 UMKM terdampak sudah kita bantu. Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah bersama para donatur dalam memulihkan ekonomi masyarakat,” kata JKA di sela penyerahan bantuan di Pendopo Bupati.
Dengan rampungnya tahap keempat ini, total tercatat sebanyak 570 UMKM telah menerima bantuan dari total 605 pelaku usaha yang sebelumnya terdata oleh pemerintah daerah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang berkontribusi dalam percepatan pemulihan ekonomi ini, khususnya anggota Komisi VII DPR RI dan organisasi Seruni Kabinet Merah Putih.
Kepada para penerima, Bupati berpesan agar bantuan tersebut dikelola secara produktif untuk membangkitkan kembali usaha yang sempat terhenti akibat bencana.
“Syukuri bantuan ini dan gunakan sebaik-baiknya. Yang terpenting, segera bangkit dan kembali berproduksi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Padang Pariaman Hendri Satria menjelaskan bahwa proses penyaluran dilakukan melalui tahapan panjang guna memastikan ketepatan sasaran, mulai dari pendataan, verifikasi lapangan, hingga asesmen kebutuhan.
“Dari 605 UMKM yang terdata, hanya 570 yang benar-benar memenuhi kriteria terdampak langsung. Kami pastikan setiap bantuan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha,” jelas Hendri.
Ia merinci, penyaluran dilakukan dalam empat gelombang, yakni 100 UMKM pada tahap pertama, 250 UMKM tahap kedua, 100 UMKM tahap ketiga, dan ditutup dengan 120 UMKM pada tahap keempat.
Hendri juga menegaskan bahwa bantuan ini merupakan program khusus hasil sinergi dan komunikasi yang dibangun oleh Ketua TP-PKK Padang Pariaman Ny. Nita Christanti Azis dengan organisasi Seruni serta dukungan legislatif pusat, bukan merupakan pengalihan dari dana bantuan kebencanaan lainnya.
Salah seorang penerima bantuan, seorang pedagang bakso asal Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, mengaku sangat terbantu mengingat usahanya sempat lumpuh total setelah diterjang banjir.
“Warung kami hanyut terbawa banjir. Kami sempat tidak bisa berjualan. Alhamdulillah, dengan bantuan ini kami bisa mulai lagi dari nol,” ujarnya.
Melalui penuntasan program ini, Pemkab Padang Pariaman berharap bantuan tersebut menjadi stimulan yang memperkuat ketahanan pelaku UMKM dalam menghadapi risiko bencana di masa depan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Padang Pariaman Ny. Nita Christanti Azis beserta jajaran kepala perangkat daerah terkait di lingkungan pemerintah kabupaten setempat.