Padang Pariaman (Pumpunan) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteran Keluarga (PKK) meluncurkan aplikasi SICANTIK PKK (Sistem Informasi Pencatatan dan Statistik Terintegrasi) sebagai upaya mendorong transformasi digital dan tata kelola administrasi di tingkat keluarga.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Selasa (19/5), mengatakan pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pencatatan dan pelaporan Pemberdayaan Welfare Keluarga (PKK) merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat dihindari untuk menghasilkan data yang akurat.
“Data yang baik menghasilkan perencanaan yang baik, kebijakan yang tepat sasaran, dan program yang efektif," katanya saat membuka peluncuran dan Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi tersebut di Hall IKK Parik Malintang.
Ia menjelaskan TP-PKK merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, akurasi data sangat diperlukan.
Bupati juga mengapresiasi inovasi digital yang diinisiasi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama TP-PKK setempat guna mendukung tata kelola administrasi yang lebih modern, efektif, dan profesional.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman Ny. Nita Azis mengungkapkan bahwa selama ini validitas dan keterlambatan pembaruan data di tingkat nagari (desa adat) hingga kabupaten masih menjadi kendala berkala.
“Melalui aplikasi SICANTIK PKK ini, kita ingin mengubah cara kerja itu. Aplikasi ini dirancang agar kader PKK di 103 nagari dapat menginput, memantau, dan melaporkan data langsung secara real-time dari wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Ia menambahkan, data terintegrasi yang tersaji nantinya akan menjadi dasar kuat bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan taktis, khususnya terkait penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, serta program pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan peluncuran tersebut diikuti oleh 230 peserta dari perwakilan PKK nagari, kecamatan, dan OPD, baik secara langsung maupun daring melalui kedudukan virtual.
