Komandan Distrik Militer (Dandim) 0308/Pariaman Letkol Inf M. Nurman Setiaji.
Padang Pariaman (Pumpunan) - Komando Distrik Militer (Kodim) 0308/Pariaman bergerak cepat memulihkan konektivitas warga di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025 lalu, pihak TNI tercatat telah berhasil merampungkan pembangunan lima jembatan darurat. Langkah ini diambil guna membuka kembali akses mobilitas warga yang sempat lumpuh.
"Kami telah menyelesaikan lima jembatan. Dua jembatan bailey, dua jembatan gantung, dan satu jembatan Aramco," kata Komandan Distrik Militer (Dandim) 0308/Pariaman Letkol Inf M. Nurman Setiaji, di Kecamatan Sungai Garinggiang, Sabtu.
Menurut Dandim, infrastruktur darurat ini kini sudah mulai digunakan aktif oleh masyarakat untuk menunjang berbagai lini kehidupan, mulai dari sektor pertanian, pendidikan, roda perekonomian, hingga aktivitas sosial sehari-hari.
Menariknya, salah satu infrastruktur yang dibangun, yakni jembatan gantung di Kecamatan VII Koto, dinilai memiliki potensi lebih. Jembatan tersebut berpeluang dikembangkan menjadi objek wisata baru karena menyuguhkan lanskap pemandangan alam yang memanjakan mata.
Meski statusnya telah selesai dibangun dan dapat dilewati, Kodim 0308/Pariaman memastikan tidak akan lepas tangan begitu saja. Pemantauan berkala tetap dilakukan demi memastikan aspek keamanan dan kelayakan infrastruktur darurat tersebut.
Selain menyiagakan personel TNI untuk melakukan pengecekan rutin, Letkol Inf M. Nurman Setiaji juga meminta kerja sama dari masyarakat agar bersama-sama menjaga aset tersebut dengan mematuhi aturan kapasitas beban demi memperpanjang umur pakai jembatan.
"Contohnya jembatan gantung, hanya boleh dilewati maksimal tiga orang secara bersamaan. Sepeda motor roda dua hanya boleh satu kendaraan," katanya.
Ia menegaskan bahwa fokus utama pengerahan personel Kodim 0308/Pariaman saat ini memang dititikberatkan pada aksi kemanusiaan pascabencana; membantu warga terdampak serta membangun infrastruktur vital demi kelancaran mobilitas.
Upaya pemulihan fisik ini sejalan dengan langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman yang tengah melobi pemerintah pusat. Pemkab meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat proses pemulihan daerah pascabencana yang terjadi beberapa bulan lalu.
"Kami berharap dukungan dari BNPB melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi, agar proses pemulihan pascabencana di Padang Pariaman dapat berjalan lebih cepat," kata John Kenedy Azis di Parik Malintang.
John Kenedy menjelaskan bahwa sokongan dana segar dari pusat sangat krusial bagi daerah. Pasalnya, bencana banjir dan tanah longsor sebelumnya telah memicu kerusakan masif pada infrastruktur utama serta melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Padang Pariaman dikabarkan telah mengajukan anggaran perbaikan infrastruktur kepada pemerintah pusat dengan estimasi mencapai Rp3,2 triliun. Alokasi dana jumbo tersebut nantinya akan diprioritaskan untuk memperbaiki fasilitas publik yang rusak parah, termasuk rekonstruksi jembatan-jembatan yang terputus total akibat diterjang bencana.