Di era GPS dan penerbangan komersial yang menjangkau hampir seluruh pelosok dunia, rasanya sulit membayangkan masih ada tempat di mana manusia hidup hampir sepenuhnya terputus dari peradaban luar. Namun, bagi penduduk di lokasi-lokasi berikut, "pergi ke kota" bukan sekadar perjalanan darat beberapa jam, melainkan ekspedisi yang melibatkan kapal laut mingguan atau helikopter.
Berikut adalah beberapa pemukiman paling terpencil di Bumi yang menantang batas ketahanan manusia.
1. Tristan da Cunha: Kepulauan Paling Terisolasi
Terletak di tengah Samudra Atlantik Selatan, Tristan da Cunha memegang rekor sebagai kepulauan berpenghuni paling terpencil di dunia. Bayangkan, tetangga terdekatnya adalah Afrika Selatan yang berjarak sekitar 2.400 km ke arah timur.
* Akses: Tidak ada bandara. Satu-satunya cara untuk sampai ke sini adalah dengan kapal laut dari Cape Town, yang memakan waktu perjalanan sekitar 6 hari.
* Populasi: Sekitar 250 jiwa.
* Keunikan: Seluruh penduduknya adalah petani komunal. Tanah di sini dimiliki bersama, dan semua keluarga bekerja sama untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka.
2. Ittoqqortoormiit, Greenland
Jika Tristan da Cunha terisolasi oleh lautan, Ittoqqortoormiit terisolasi oleh es. Kota di tepi timur Greenland ini dikelilingi oleh tundra beku dan laut yang tertutup es hampir sepanjang tahun.
* Akses: Hanya bisa dicapai dengan helikopter dari bandara terdekat atau dengan kapal selama beberapa bulan di musim panas ketika es mencair.
* Kehidupan: Penduduknya sangat bergantung pada berburu anjing laut, paus, dan beruang kutub untuk bertahan hidup.
* Pemandangan: Salah satu tempat terbaik di dunia untuk melihat Aurora Borealis.
3. Oymyakon, Rusia: Desa Paling Dingin
Terletak jauh di pedalaman Siberia, Oymyakon bukan hanya terpencil secara geografis, tetapi juga ekstrem secara iklim. Ini adalah tempat permanen paling dingin di Bumi yang dihuni manusia.
* Suhu: Suhu rata-rata di musim dingin bisa mencapai -50°C. Sekolah baru akan diliburkan jika suhu turun di bawah -52°C.
* Tantangan: Tanah yang membeku permanen (permafrost) membuat pipa air sulit dipasang, sehingga sebagian besar toilet berada di luar rumah.
* Nutrisi: Karena tidak ada tanaman yang bisa tumbuh, penduduknya mengandalkan daging kuda, ikan beku, dan susu hewan.
4. La Rinconada, Peru: Di Atas Awan
Terletak di pegunungan Andes pada ketinggian lebih dari 5.100 meter di atas permukaan laut, La Rinconada adalah kota tertinggi di dunia. Orang-orang tinggal di sini bukan karena pemandangannya, melainkan karena emas.
* Lingkungan: Kadar oksigen di sini hanya sekitar 50% dari kadar oksigen di permukaan laut.
* Ekonomi: Sebagian besar penduduk bekerja di tambang emas darurat yang seringkali tidak memiliki infrastruktur sanitasi atau air bersih yang memadai.
* Kondisi: Kota ini tidak memiliki sistem pembuangan sampah atau air limbah, menjadikannya salah satu tempat paling sulit untuk dihuni meski memiliki populasi mencapai 30.000 jiwa.
Mengapa Mereka Bertahan? Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa orang tetap memilih tinggal di tempat yang begitu sulit dijangkau? Bagi sebagian orang, ini adalah tentang warisan leluhur dan ketenangan dari kebisingan modern. Bagi yang lain, seperti di La Rinconada, ini adalah tentang peluang ekonomi.
Namun, satu hal yang pasti, manusia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa untuk menjinakkan lingkungan yang paling keras sekalipun.