Pumpunan - Pernahkah Anda merasa doa Anda sulit terucap karena beban masalah yang terlalu berat? Tenanglah, Anda tidak sendirian. Para Nabi pun pernah merasakan hal yang sama. Mereka meninggalkan warisan berupa untaian kalimat indah yang langsung menembus langit. Mari kita simak kembali kumpulan doa para Nabi dalam Al-Qur'an; sebuah 'manual' spiritual untuk menjemput keajaiban dan pertolongan Allah di setiap langkah hidup kita.
1. Doa Nabi Nuh AS (Memohon Kemenangan & Keputusan)
Ketika dakwahnya ditolak dan ia merasa terdesak oleh kaumnya, Nabi Nuh memohon agar Allah memberikan keputusan yang jelas antara yang hak dan yang batil.
"Rabbi inna qawmi kadzdzabun. Fa-ftah baini wa bainahum fathaw wa najjini wa mam ma'iya minal mu'minin."
Artinya:
"Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku. Maka berilah keputusan antara aku dan mereka, dan selamatkanlah aku serta orang-orang mukmin yang bersamaku." (QS. Asy-Syu'ara: 117-118)
2. Doa Nabi Ibrahim AS (Memohon Pemahaman Ilmu & Hikmah)
Nabi Ibrahim memohon agar diberikan kemampuan untuk memahami kebenaran dan digabungkan dengan orang-orang saleh.
"Rabbi hab lii hukmaw wa al-hiqnii bish-shaalihiin."
Artinya:
"Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah (ilmu yang mendalam) dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh." (QS. Asy-Syu'ara: 83)
3. Doa Nabi Musa AS (Memohon Ampunan Atas Kekhilafan)
Setelah secara tidak sengaja menyebabkan seseorang meninggal, Nabi Musa langsung menyadari kesalahannya dan memohon ampunan secara spesifik.
"Rabbi inni dhalamm-tu nafsi faghfirli."
Artinya:
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku." (QS. Al-Qashash: 16)
4. Doa Nabi Muhammad SAW (Memohon Kemenangan Atas Kebatilan)
Allah mengajarkan doa ini kepada Rasulullah SAW dalam menghadapi tantangan dakwah yang berat.
"Rabbi-hkum bil-haqq, wa Rabbunarr-Rahmanul Musta'anu 'ala ma tashifun."
Artinya:
"Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami adalah Yang Maha Pengasih, tempat memohon pertolongan terhadap apa yang kamu katakan." (QS. Al-Anbiya: 112)
5. Doa Nabi Sulaiman AS (Agar Tidak Ada Kerajaan yang Menandinginya)
Ini adalah doa permohonan kekuasaan yang unik, di mana beliau memohon kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh siapa pun setelahnya sebagai tanda kekuasaan Allah.
"Rabbighfir lii wa hab lii mulkal laa yanbaghii li-ahadim mim ba'dii, innaka Antal Wahhab."
Artinya:
"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Maha Pemberi." (QS. Sad: 35)