Ketua DPRD Pariaman Muhajir Muslim (tiga kiri) secara simbolis menyerahkan bantuan dari Pemkot Pariaman kepada pengurus masjid saat pelaksanaan Safari Ramadhan.
Pariaman (Pumpunan) – Konsep sport tourism atau wisata olahraga kini menjadi tumpuan baru bagi masa depan pariwisata Kota Pariaman. Langkah Pemerintah Kota Pariaman beserta berbagai pihak dalam menggelar deretan ajang olahraga mendapat apresiasi penuh dari legislatif karena dinilai efektif menghidupkan nadi ekonomi lokal.
Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, menegaskan bahwa tren kegiatan wisata olahraga yang tengah menjamur di Pariaman memberikan dampak instan pada durasi kunjungan wisatawan.
"Di Kota Pariaman saat ini banyak dilaksanakan ivent-ivent (kegiatan) wisata olahraga," ujar Muhajir di Pariaman, Jumat.
Memutus Rantai 'Wisata Tanpa Menginap'
Selama ini, Pariaman menghadapi tantangan klasik: angka kunjungan tinggi, namun tingkat hunian hotel rendah. Kehadiran sport tourism diyakini mampu memutus tren tersebut karena menuntut peserta dari luar daerah untuk tinggal lebih lama.
"Jadi (sebelumnya) wisatawan tidak menginap di Pariaman, alasannya fasilitas (yang kurang) sehingga membuat mereka tidak nyaman," ungkapnya.
Dengan adanya rangkaian kegiatan olahraga, para pelancong kini mulai melirik penginapan di Pariaman untuk menjaga stamina sebelum bertanding.
Muhajir menambahkan bahwa perputaran uang dari wisatawan yang tinggal lebih lama akan merembet ke berbagai sektor ekonomi masyarakat. Namun, ia mengingatkan warga untuk menyambut peluang ini dengan keramahan yang tulus.
"Sayang anggaran yang dikeluarkan banyak tapi tidak dimanfaatkan dengan baik untuk peningkatan perekonomian," tegas Muhajir yang juga kerap menyuarakan isu ini saat agenda Safari Ramadhan.
Daya tarik Pariaman sebagai pusat kegiatan wisata mulai memicu kepercayaan investor. Tercatat, sektor penginapan dan kafe kini tampil lebih representatif dan modern. Data Pemkot Pariaman menunjukkan lonjakan investasi yang signifikan: tahun 2024 sekitar Rp3,6 miliar kemudian pada 2025 menjadi Rp4,4 Miliar atau terjadi kenaikan sekitar Rp825 juta.