-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Padang Pariaman Pacu Kudo 2026 perkuat pariwisata daerah

Sabtu, 28 Maret 2026 | 8:33 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-28T13:33:00Z

Padang Pariaman (Pumpunan) — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan bahwa perhelatan Padang Pariaman Pacu Kudo 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak, Kecamatan VII Koto, menjadi instrumen strategis dalam memperkuat struktur pariwisata dan ketahanan ekonomi daerah.

Menurut Gubernur, konsistensi penyelenggaraan ajang olahraga tradisional seperti pacuan kuda merupakan jawaban atas kebutuhan diversifikasi destinasi bagi wisatawan yang berkunjung ke ranah minang.

"Ini (pacu kuda) menjadi bagian kegiatan wisata di Sumatera Barat, bisa menjadi pilihan pariwisata untuk wisatawan," kata Mahyeldi saat membuka secara resmi Padang Pariaman Pacu Kudo 2026, Sabtu (28/3).

Ia memaparkan bahwa setiap event olahraga yang mampu menyedot massa dalam jumlah besar secara otomatis akan menstimulus pertumbuhan ekonomi akar rumput. 

Hal ini dinilai krusial mengingat kondisi ekonomi Sumatera Barat yang sempat tertekan akibat pemotongan dana transfer pusat serta dampak bencana hidrometeorologi pada bulan lalu.

Lebih lanjut, Mahyeldi optimistis bahwa geliat pariwisata yang stabil akan memicu masuknya investasi baru, khususnya di sektor perhotelan, yang pada akhirnya memperluas ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Senada dengan hal itu, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, melaporkan adanya tren peningkatan partisipasi peserta pada ajang tahun ini. Tercatat sebanyak 76 kuda pacu dari berbagai daerah di Sumatera Barat ikut ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung pada 28-29 Maret tersebut.

"Alhamdulillah kuda yang ikut berpacu pada tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya (65 kuda pacu)," ungkap John Kenedy Azis di lokasi kegiatan.

Peningkatan jumlah peserta ini, lanjut Bupati, merupakan hasil dari persiapan teknis yang lebih matang dan durasi perencanaan yang lebih panjang. 

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap lonjakan peserta ini berbanding lurus dengan peningkatan volume penonton yang berdampak langsung pada omzet para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar area gelanggang.

×
Berita Terbaru Update