-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Peserta Padang Pariaman Pacu Kudo 2026 meningkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 6:39 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-28T11:39:26Z

Padang Pariaman (Pumpunan) - Olahraga pacuan kuda di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menunjukkan tren positif dengan partisipasi sebanyak 76 kuda pacu dalam ajang Padang Pariaman Pacu Kuda 2026 yang digelar di Gelanggang Duku Banyak, Kecamatan VII Koto, Sabtu (28/3).

Jumlah kepesertaan tahun ini tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya diikuti oleh 65 kuda. Kenaikan ini dinilai sebagai hasil dari persiapan matang yang dilakukan pemerintah daerah guna memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, saat membuka perhelatan tersebut menyatakan bahwa persiapan yang lebih panjang tahun ini sengaja dilakukan agar agenda tahunan ini mampu menyedot animo penonton dan menggairahkan sektor UMKM.

"Alhamdulillah kuda yang ikut berpacu pada tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya (65 kuda pacu)," ujar John Kenedy Azis di lokasi kegiatan.

Keberhasilan penyelenggaraan kali ini, menurut Bupati, tidak terlepas dari sokongan dana yang mengalir dari berbagai pihak, mulai dari para perantau, tokoh masyarakat, hingga perusahaan BUMN yang turut berkontribusi menyukseskan acara.

"Bahkan perusahaan BUMN ikut menyumbang agar pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar," katanya menambahkan.

Selain sebagai ajang prestasi olahraga, kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap masa libur lebaran ini juga dikemas dengan sentuhan hiburan melalui kehadiran artis lokal kenamaan untuk menarik minat kunjungan wisatawan.

Ia menyampaikan komitmennya untuk terus melaksanakan kegiatan tersebut karena tidak saja dapat menyambut perantau yang pulang kampung namun juga menggerakkan perekonomian daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, menjelaskan bahwa meskipun target awal adalah 88 kuda, angka 76 kuda yang bertanding tetap menjadi pencapaian yang membanggakan mengingat adanya beberapa kendala teknis dari calon peserta lain.

Anton menegaskan bahwa esensi dari sport tourism ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil. Namun, ia memberikan catatan keras agar marwah olahraga ini tetap terjaga dari praktik negatif.

Ia menekankan agar penonton tidak menjadikan ajang olahraga tahunan tersebut sebagai ajang judi karena dapat merusak makna dari pelaksanaan kegiatan itu.

Pacu Kuda 2026 yang berlangsung selama dua hari (28-29 Maret) ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pariwisata Padang Pariaman pasca-masa mudik lebaran.

×
Berita Terbaru Update