Langkah ini menjadi komitmen serius Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dalam mengangkat potensi tradisi lokal ke panggung nasional. Pembenahan fasilitas dan kualitas penyelenggaraan terus dipacu agar memenuhi standar ketat yang ditetapkan pusat.
"Kita terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan fasilitas pendukung agar Padang Pariaman Pacu Kudo ini memenuhi standar untuk masuk ke dalam kalender wisata nasional," ujar John Kenedy Azis di Parik Malintang, Selasa.
Bupati menegaskan bahwa agenda pacu kuda akan menjadi agenda rutin tahunan. Tak hanya itu, Gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak yang sempat "tertidur" selama sembilan tahun kini mulai bersolek.
Sejak difungsikan kembali pada 2025—tepat setelah pelantikannya bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat—gelanggang ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan olahraga multifungsi, termasuk sepak bola.
Perubahan signifikan terlihat pada penyelenggaraan tahun 2026 ini. Jika pada tahun sebelumnya perbaikan masih minim, kali ini standar keamanan penonton telah ditingkatkan dengan pemasangan pagar besi permanen di sepanjang lintasan pacu.
John Kenedy Azis meyakini, masuknya Pacu Kudo ke level nasional akan memperluas jangkauan promosi daerah. Hal ini diharapkan linear dengan peningkatan ekonomi kerakyatan, terutama bagi para pelaku UMKM lokal yang selalu memadati area sekitar gelanggang.
"Ini adalah komitmen kita untuk memajukan sektor pariwisata daerah. Kita ingin Pacu Kudo Padang Pariaman dikenal luas, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga menjadi agenda yang dinanti secara nasional," tambahnya.
Antusiasme peserta tahun ini pun menunjukkan tren positif. Tercatat sebanyak 76 kuda pacuan dari berbagai penjuru Sumatera Barat berlaga di Gelanggang Duku Banyak, Kecamatan VII Koto, pada 28-29 Maret 2026 lalu. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya diikuti 65 ekor kuda.
"Alhamdulillah kuda yang ikut berpacu pada tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya," kata John saat meninjau pelaksanaan pacuan.
Peningkatan jumlah peserta ini tak lepas dari masa persiapan yang lebih panjang. Strategi tersebut sengaja diambil agar multiplier effect dari kegiatan ini benar-benar terasa bagi masyarakat, baik dari sisi hiburan maupun perputaran uang di sektor usaha kecil menengah.