-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Padang Pariaman bangun jalan 7,9 km di tengah efisiensi anggaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 9:57 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-04T02:57:51Z
Ilistrasi pengerjaan pengaspalan jalan 


Parik Malintang (Pumpunan) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, mencatat telah melakukan pembangunan jalan sepanjang 7,9 kilometer dalam satu tahun terakhir meskipun daerah itu sedang menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

"Walaupun di tengah keterbatasan anggaran, kami tetap berusaha menjaga agar pembangunan terus berjalan. Pemerintah daerah tidak berhenti bekerja untuk kepentingan masyarakat,” kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Rabu.

Bupati memerinci pembangunan jalan tersebut tersebar di sejumlah titik strategis, di antaranya berada di Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Sungai Garinggiang, hingga Ulakan Tapakis.

Menurutnya, keberhasilan merealisasikan infrastruktur di tengah pengetatan fiskal ini merupakan hasil dari penguatan komunikasi yang intensif antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Selain pembangunan jalan baru, dalam setahun terakhir Pemkab Padang Pariaman juga telah menuntaskan perbaikan jalan sepanjang 1,1 kilometer yang berlokasi di Kecamatan Enam Lingkung.

Pembangunan infrastruktur ini dipastikan terus berlanjut. Pada 2025, Pemkab Padang Pariaman mengalokasikan pembangunan dua unit jembatan, yakni di Padang Maduang (Kecamatan IV Aur Malintang) dan Kampung Tanjung (Kecamatan Patamuan), serta melakukan rehabilitasi satu unit jembatan di Tanjung Basung, Batang Anai.

John mengungkapkan bahwa tantangan berat sudah dirasakan sejak awal masa kepemimpinannya bersama Rahmat Hidayat pada 2025, di mana daerah langsung dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

Kebijakan tersebut berdampak pada pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Padang Pariaman hingga mencapai Rp97 miliar. 

Kondisi ini, lanjutnya, mempersempit ruang fiskal daerah dan memaksa pemerintah melakukan penyesuaian besar dalam perencanaan program.

Tekanan fiskal tersebut berlanjut pada 2026, di mana TKD Padang Pariaman kembali mengalami pemotongan sebesar Rp57 miliar, sehingga total pengurangan anggaran mencapai Rp147 miliar.

"Kami tidak menyerah. Di tengah keterbatasan, kita memilih untuk tetap bergerak," ujar John.

×
Berita Terbaru Update