-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Perintah-perintah Allah pada Ibrahim yang dijalankan umat Islam hingga sekarang

Sabtu, 14 Maret 2026 | 6:23 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-14T11:23:16Z

Nabi Ibrahim AS sering disebut sebagai Abul Anbiya (Bapak para Nabi). Namun, warisannya bukan hanya sekadar silsilah keluarga, melainkan fondasi dari berbagai ibadah yang kita jalankan hari ini. Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk mengikuti Millah Ibrahim (ajaran Ibrahim) sebagai bentuk pemurnian tauhid.

Berikut adalah beberapa perintah Allah dalam ibadah kita yang merupakan napak tilas langsung dari syariat Nabi Ibrahim AS:
1. Ibadah Haji: Manifestasi Perjalanan Ibrahim
Hampir seluruh rukun dalam ibadah haji adalah bentuk "reka ulang" peristiwa besar yang dialami Ibrahim dan keluarganya. Allah berfirman:
 "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus..." (QS. Al-Hajj: 27)

 - Tawaf: Mengelilingi Ka’bah yang dibangun kembali oleh Ibrahim dan Ismail.
 - Sa’i: Berlari kecil antara Shafa dan Marwah untuk mengenang perjuangan Siti Hajar mencari air untuk Ismail kecil.
 - Lempar Jumrah: Simbol perlawanan Ibrahim saat digoda setan ketika hendak menjalankan perintah Allah.

2. Kurban: Ujian Kesetiaan Tertinggi
Setiap hari raya Idul Adha, umat Muslim diperintahkan menyembelih hewan kurban. Perintah ini berawal dari mimpi Ibrahim untuk menyembelih putra tercintanya, Ismail. Saat Ibrahim menunjukkan ketundukan total, Allah mengganti Ismail dengan seekor domba besar.

Ibadah ini bukan tentang darah atau dagingnya, melainkan tentang ketakwaan dan kesediaan melepas ego demi perintah Sang Pencipta.

3. Maqam Ibrahim dalam Shalat
Di dekat Ka'bah, terdapat batu yang memiliki bekas telapak kaki Nabi Ibrahim saat membangun bagian atas Ka'bah. Allah secara khusus memerintahkan kita untuk menjadikannya tempat shalat:
 "...Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim itu tempat shalat..." (QS. Al-Baqarah: 125)

Hingga saat ini, setelah tawaf, umat Muslim disunnahkan untuk shalat di belakang Maqam Ibrahim sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya dalam membangun rumah Allah.

4. Khitan dan Sunnah Fitrah
Nabi Ibrahim adalah nabi pertama yang diperintahkan untuk berkhitan (sunat), bahkan dalam usia yang sudah sangat sepuh. 

Dalam Islam, khitan adalah bagian dari Sunnah Fitrah yang wajib bagi laki-laki. Selain itu, kebiasaan seperti memotong kuku dan merapikan kumis juga merupakan bagian dari kebersihan diri yang dicontohkan oleh beliau.

5. Doa Shalat (Shalawat Ibrahimiyah)
Setiap kali kita melakukan Tasyahud Akhir dalam shalat, kita tidak hanya bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kepada Nabi Ibrahim AS:

 "...sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim..."

Ini adalah pengakuan abadi bahwa risalah Islam yang dibawa Nabi Muhammad adalah kelanjutan sempurna dari dakwah tauhid Nabi Ibrahim.

Ibadah-ibadah di atas membuktikan bahwa Islam bukanlah agama baru, melainkan penyempurna dari ajaran monoteisme yang teguh.


×
Berita Terbaru Update