Pariaman (Pumpunan) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat menyatakan persiapan pelaksanaan kegiatan wisata tahunan bertajuk "Piaman Barayo 2026" telah mencapai 100 persen guna menyambut lonjakan kunjungan wisatawan pada momentum libur Lebaran tahun ini.
"Alhamdulillah persiapan Piaman Barayo sudah 100 persen, tinggal pelaksanaan," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Sabtu.
Ia menjelaskan bahwa pada libur Lebaran kali ini, Pemkot Pariaman fokus sepenuhnya pada satu agenda utama, yakni Piaman Barayo, demi memaksimalkan pelayanan dan penyambutan wisatawan. Sementara itu, agenda lain seperti kegiatan wisata olahraga dan agenda tambahan akan dilaksanakan setelah masa libur Lebaran usai.
Dalam rangkaian Piaman Barayo tersebut, Pemkot Pariaman akan menyajikan beragam wahana permainan, mulai dari wahana kekinian hingga permainan tradisional.
Yota menyebutkan kehadiran wahana tradisional bertujuan memberikan kesan nostalgia bagi para wisatawan maupun perantau yang ingin mengenang masa liburan Lebaran di Pariaman.
Guna menjamin kelancaran acara, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI dan Polri, untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.
"Kami mendirikan posko-posko guna membantu perantau pulang kampung, ini juga dapat membantu menyukseskan Piaman Barayo," ujarnya.
Posko-posko tersebut melibatkan personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, hingga petugas medis.
Terkait volume kunjungan, Pemkot Pariaman mematok target yang cukup optimistis untuk tahun ini.
"Target kunjungan wisatawan selama Piaman Barayo minimal 200 ribu orang, tapi kalau bisa lebih 300 ribu orang," tambah Yota.
Sebelumnya, Piaman Barayo 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 21 hingga 29 Maret. Persiapan matang telah dilakukan sejak jauh hari untuk memastikan pelaksanaan salah satu agenda unggulan di "Kota Tabuik" ini berjalan maksimal.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pariaman, Ferialdi, mengungkapkan bahwa koordinasi lintas sektor telah dilakukan bahkan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
"Seminggu sebelum memasuki ramadan kami telah melaksanakan rapat yang melibatkan pihak eksternal mulai Forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah) dan sejumlah pihak lainnya untuk mempersiapkan Piaman Barayo 2026," kata Ferialdi.