Padang Pariaman (Pumpunan) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menggelar gotong royong akbar pemulihan infrastruktur di Nagari Balah Aia Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kamis, sebagai upaya mempercepat penanganan jalan rusak akibat banjir susulan serta memulihkan kembali aktivitas masyarakat.
Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis itu melibatkan lintas sektor mulai dari organisasi perangkat daerah, TNI-Polri hingga masyarakat setempat untuk memperbaiki badan jalan dan tanggul yang kembali rusak setelah sebelumnya sempat dipulihkan.
“Pasca bencana sebelumnya, tanggul ini sudah kita perbaiki dan sudah bisa diakses masyarakat. Namun akibat hujan lebat beberapa hari lalu, kembali mengalami kerusakan. Maka hari ini kita lakukan goro bersama untuk memperbaiki dan menghubungkan kembali tanggul sepanjang kurang lebih satu kilometer ini,” tegas Bupati dalam arahannya.
Ia mengatakan gotong royong akbar tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah untuk memulihkan jalur alternatif menuju Tanah Taban, Lubuk Alung yang memiliki peran penting bagi mobilitas warga dan distribusi ekonomi masyarakat.
Menurut dia, percepatan penanganan diperkuat dengan dukungan Balai Wilayah Sungai (BWS) yang mengerahkan satu unit alat berat, 1.000 geobag, serta kawat bronjong dengan volume mencapai 1.000 meter kubik untuk mendukung perbaikan tanggul dan badan jalan.
Ia menegaskan gotong royong akbar tidak bersifat seremonial, namun menjadi gerakan bersama yang akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah rawan bencana di Padang Pariaman.
“Kegiatan ini tidak berhenti di sini. Kita akan terus bergerak ke daerah lain seperti Kecamatan Ulakan, Batang Anai, Sungai Geringging, dan Aur Malintang. Hari ini kita fokus di Kayu Tanam agar akses masyarakat segera pulih,” ujarnya.
Ia menjelaskan Kecamatan Kayu Tanam dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kawasan tersebut merupakan salah satu titik rawan banjir saat intensitas hujan tinggi yang kerap berdampak pada rusaknya infrastruktur vital, termasuk jalan penghubung antarwilayah.
Melalui gotong royong kolaboratif tersebut, pemerintah daerah menargetkan pemulihan akses jalan dapat dilakukan secara cepat agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali berjalan normal.
“Dengan semangat gotong royong, kita ingin memastikan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Akses jalan yang baik akan menggerakkan kembali roda ekonomi dan aktivitas warga,” tambahnya.
Ia menambahkan pemerintah kabupaten berkomitmen terus hadir secara responsif dalam penanganan pascabencana melalui sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat sebagai kekuatan utama pemulihan daerah.
Gotong royong akbar tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan pemulihan infrastruktur berbasis kolaborasi yang diharapkan mampu memperkuat ketangguhan daerah menghadapi bencana sekaligus menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi warga.