Pariaman (Pumpunan) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyerahkan sejumlah bantuan infrastruktur pertanian serta meresmikan pembangunan pondok pesantren berbasis olahraga di Kota Pariaman, Sumatera Barat pada Sabtu (4/4)
Dalam kunjungannya, Mendes PDT menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat ekosistem ekonomi desa yang berbasis agraris.
“Kita ingin desa-desa di Kota Pariaman tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tapi menjadi aktor utama ketahanan pangan nasional. Pemanfaatan teknologi tepat guna seperti mesin perontok ini harus mampu meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Yandri dalam sambutannya di Pariaman.
Bantuan pertanian yang diserahkan terdiri atas satu juta bibit kelapa, satu juta bibit pinang, dan mesin perontok padi. Selain fokus pada ekonomi, Yandri didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah serta jajaran Pemerintah Kota Pariaman juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid, Pondok Pesantren Al Aziz, dan Josal FC Academi.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan pemerintah daerah berkomitmen mendorong hilirisasi komoditas perkebunan dan produktivitas lahan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.
“Bibit kelapa dan pinang adalah investasi jangka panjang. Kita ingin Sumatera Barat, khususnya Pariaman, kembali berjaya dengan komoditas perkebunannya,” kata Mahyeldi.
Terkait pembangunan pesantren, Mahyeldi menilai hal tersebut sebagai jawaban atas tantangan zaman guna menciptakan generasi yang memiliki landasan moral yang kuat.
“Kita tidak hanya butuh generasi yang mahir bertani atau berbisnis, tetapi generasi yang memiliki landasan moral dan tauhid yang kokoh. Ponpes Al Aziz diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya santri-santri yang entrepreneurial, yang paham agama sekaligus paham cara membangun desa,“ tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad mengapresiasi kehadiran Mendes PDT dan rombongan yang dinilai memberikan motivasi bagi pembangunan daerah berjuluk Kota Tabuik tersebut.
Ia menyoroti pembangunan Josal FC Academy di Dusun Sirambang, Desa Cubadak Air Utara, sebagai tonggak sejarah baru bagi dunia pendidikan dan olahraga di daerahnya.
"Pembangunan Josal FC Academy ini bukan sekadar membangun gedung atau lapangan sepak bola, melainkan upaya kita bersama untuk membangun manusia seutuhnya. Sesuai dengan visi kami dan selaras dengan komitmen Mendes PDT dalam membangun dari desa, akademi ini mengusung konsep pondok pesantren berbasis akademi sepak bola pertama di Pulau Sumatera,“ kata Yota.
Yota menambahkan bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat desa adalah kunci kemajuan. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat mewujudkan visi Pariaman yang religius dan sejahtera.
“Kepada seluruh masyarakat Kota Pariaman, mari kita bersinergi antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa, Pemerintah Kota, dan seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan Pariaman yang lebih maju, religius, dan sejahtera,“ pungkasnya.