Kunjungan kerja tersebut turut didampingi Anggota Komisi XIII DPR RI asal Sumatera Barat, Arizal Azis, serta dihadiri jajaran Forkopimda dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.
Bupati John Kenedy Azis (JKA) menyatakan bahwa kehadiran Mendes PDT merupakan momentum strategis bagi daerah, terutama dalam upaya percepatan pemulihan pembangunan pasca-bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
“Pertama, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Menteri di Kabupaten Padang Pariaman. Banyak sekali program-program dari Kementerian Desa yang dapat kami implementasikan di daerah ini, khususnya dalam mendukung kebangkitan pasca bencana,” ujar JKA di Padang Pariaman.
Bupati menegaskan program kementerian seperti desa tematik, desa wisata, hingga desa ekspor memiliki peluang besar untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Pihaknya mengaku telah menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk segera melakukan tindak lanjut teknis.
“Program sebanyak apapun tidak akan berarti jika tidak dikawal dengan baik. Alhamdulillah, tadi Pak Menteri juga telah menugaskan jajaran eselon I untuk berkolaborasi langsung dengan kami,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Mendes PDT Yandri Susanto menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mendorong skema "Bangun Desa, Bangun Indonesia" dengan mengoptimalkan 12 aksi pembangunan desa.
Aksi tersebut mencakup pengembangan desa wisata serta desa tematik berbasis komoditas unggulan seperti ayam petelur, jagung, perikanan darat, hingga komoditas ekspor guna mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Saya datang atas undangan Pak Arizal Azis dan juga sahabat lama saya, Pak Bupati. Tadi kita sudah berdialog langsung dengan para wali nagari. Kita ingin desa-desa bangkit dari potensi yang dimiliki. Kalau ada potensi wisata, kita dorong desa wisata. Kalau perikanan, kita kembangkan desa perikanan,” tutur Yandri.
Mengenai kebijakan fiskal desa, Yandri meluruskan isu terkait Dana Desa. Ia menegaskan tidak ada pemotongan anggaran, melainkan penyesuaian tata kelola agar lebih produktif, salah satunya melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
“Dana Desa tidak dipotong, tetapi tata kelolanya yang kita ubah. Salah satunya untuk mendukung pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Asetnya tetap milik desa, dan hasilnya juga kembali ke desa,” tegasnya.
Ia menargetkan koperasi desa tersebut mampu menjadi motor penggerak ekonomi dengan kontribusi minimal 20 persen terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Seperti pesan Bung Hatta, Indonesia tidak akan bersinar dengan satu obor besar, tetapi dengan lilin-lilin kecil di desa. Nah, lilin itu sekarang adalah koperasi desa,” ujarnya mengutip proklamator asal Sumatera Barat tersebut.
Rangkaian kunjungan Mendes PDT di Padang Pariaman diawali dengan ziarah ke makam Syekh Burhanuddin di Ulakan, meninjau Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Nagari Kurai Taji Timur, serta meninjau lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Nagari Sunua Tengah.