Padang Pariaman (Pumpunan) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat bersama sejumlah lembaga sosial menginisiasi pembangunan rumah layak huni bagi tiga anak yatim di Korong Ladang Laweh, Nagari Sicincin, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung.
Langkah tersebut merupakan wujud kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap warga kurang mampu melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS), kepolisian, hingga komunitas Aksi Solidaritas Piaman Laweh (ASPILA).
Ketua LKKS Padang Pariaman, Nita Christanti Azis di Padang Pariaman, Selasa, mengatakan bahwa intervensi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjamin masa depan anak-anak tersebut, terutama bagi Rani Rafika Dewi dan kedua adiknya.
“Rani sempat putus sekolah saat kelas 5 SD, namun kini sudah didaftarkan kembali untuk melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan. Kami berkomitmen agar ia dapat menyelesaikan pendidikan hingga SMA, bahkan jika memungkinkan sampai ke perguruan tinggi,” ujar Nita di 2x11 Enam Lingkung, Selasa (14/4).
Nita mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi Rani yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga di usia dini. Oleh karena itu, kolaborasi berbagai pihak diarahkan untuk memberikan solusi jangka panjang, termasuk penyediaan lapangan pekerjaan sementara bagi Rani.
“Bantuan ini tidak hanya pembangunan rumah, tetapi juga mencakup dukungan lanjutan seperti kebutuhan hidup, perlengkapan, hingga peluang beasiswa ke depan,” katanya menambahkan.
Dalam pengerjaannya, Baznas mengalokasikan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp25 juta untuk material bangunan, sementara proses pembangunan akan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat. Di sisi lain, ASPILA turut menyalurkan bantuan tunai senilai Rp2 juta.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Padang Pariaman, Siska Primadona menjelaskan bahwa penanganan ini bermula dari laporan masyarakat pada 10 April 2026 mengenai adanya tiga anak yatim piatu yang hidup memprihatinkan.
“Dari hasil asesmen, kami langsung melakukan kunjungan dan memberikan bantuan darurat berupa sembako serta kebutuhan dasar lainnya. Selanjutnya, kami menggalang kolaborasi dengan berbagai lembaga untuk penanganan yang lebih komprehensif,” jelas Siska.
Selain bantuan fisik, Pemkab Padang Pariaman juga merencanakan pendampingan psikologis bagi ketiga bersaudara tersebut untuk memulihkan kondisi psikososial mereka.
“Pendampingan psikologis menjadi penting karena mereka telah kehilangan hak-hak dasar sebagai anak, seperti belajar, bermain, dan bersosialisasi secara normal,” ujar Siska.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut kedua setelah sebelumnya dilakukan asesmen awal oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Pada tahap awal, pemerintah telah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan dapur, sandang, serta bantuan tunai awal dari ASPILA.