Pariaman (Pumpunan) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, menggandeng Telkomsel untuk mendata jumlah wisatawan yang menghadiri puncak Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 pada 28 Juni melalui sistem berbasis data seluler guna memperoleh angka kunjungan yang lebih akurat dan terukur.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman, Rabu, mengatakan metode tersebut diterapkan sebagai upaya meningkatkan akurasi data kunjungan wisatawan pada salah satu agenda budaya terbesar di Sumatera Barat itu.
"Tahun ini kami bekerja sama dengan Telkomsel untuk mendeteksi pengguna Telkomsel yang masuk ke kawasan puncak kegiatan Tabuik di Pantai Gandoriah," katanya.
Ia menjelaskan Telkomsel dipilih karena mayoritas pengunjung yang hadir pada prosesi puncak "Tabuik Dibuang ka Lauik" merupakan pengguna operator tersebut.
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, sekitar 80 hingga 90 persen wisatawan yang menyaksikan prosesi puncak Tabuik menggunakan layanan Telkomsel. Sementara pengguna operator lain yang diperkirakan mencapai 10 hingga 20 persen akan dihitung secara proporsional untuk mendapatkan estimasi jumlah pengunjung secara keseluruhan.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi digital tersebut diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih objektif dibandingkan metode estimasi yang selama ini digunakan pemerintah daerah.
Selama ini, Pemkot Pariaman memperkirakan jumlah pengunjung melalui pendekatan kepadatan massa berdasarkan luas area kegiatan karena Pantai Gandoriah tidak menerapkan retribusi masuk saat pelaksanaan Tabuik.
"Kami berharap data yang diperoleh lebih akurat sehingga dapat menjadi dasar evaluasi penyelenggaraan event sekaligus mendukung promosi pariwisata daerah," ujarnya.
Selain mendukung pendataan wisatawan, Telkomsel juga membantu promosi Pesona Budaya Tabuik melalui pemasangan baliho di sejumlah kabupaten dan kota di luar Pariaman serta penyediaan tenda pendukung kegiatan.
Untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan layanan komunikasi saat puncak acara, perusahaan telekomunikasi tersebut juga menyiapkan menara Combat atau jaringan portabel di sekitar lokasi kegiatan.
Ferialdi mengatakan pemerintah daerah menargetkan sebanyak 300 ribu wisatawan menghadiri seluruh rangkaian Pesona Budaya Tabuik yang berlangsung selama 13 hari, mulai 16 hingga 28 Juni 2026.
Adapun jumlah pengunjung pada puncak prosesi Tabuik ditargetkan mencapai 200 ribu hingga maksimal 250 ribu orang, menyesuaikan kapasitas kawasan Pantai Gandoriah.
Ia menambahkan Pesona Budaya Tabuik Piaman tahun ini kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata sehingga memperoleh dukungan dari pemerintah pusat untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
