-->

Feature

Iklan

Pemkab Padang Pariaman percepat normalisasi saluran air cegah banjir di Tapakih

Selasa, 09 Juni 2026, 1:14 PM WIB Last Updated 2026-06-09T06:14:48Z

Wabup Padang Pariaman (dua kanan) bersama sejumlah kepala OPD meninjau lokasi pengerukan bandar di Ulakan Tapakis antisipasi banjir





Padang Pariaman (Pumpunan) - Wakil Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat Rahmat Hidayat meminta percepatan pengerukan bandar buangan di Korong Rimbo Karambia, Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakis, guna mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

"Saat ini cuaca sedang memasuki musim kemarau sehingga kondisi ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan. Jika diperlukan bisa ditambah tenaga kerja maupun satu unit alat berat lagi agar pengerukan segera selesai sampai ke muara," kata Rahmat Hidayat saat meninjau lokasi pengerukan di Ulakan Tapakis, Senin.

Dalam kunjungan itu, Rahmat menegaskan pengerukan tidak hanya diselesaikan sesuai target yang ada, tetapi juga diharapkan dapat diperpanjang hingga ke muara agar fungsi saluran air kembali optimal dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Ia mengatakan normalisasi saluran tersebut menjadi langkah penting dalam upaya mitigasi bencana banjir, khususnya di wilayah yang selama ini menjadi titik rawan genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.

Kepala Alat Kelengkapan (Alkal) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Padang Pariaman Hendra Abdilah menjelaskan pengerukan dilakukan karena saluran air di kawasan Rimbo Karambia mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang terus menumpuk.

Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan kapasitas aliran air berkurang sehingga air kerap meluap ketika terjadi hujan deras.

"Saluran air sudah dangkal dan menyempit karena penumpukan sedimen tanah. Kondisi ini menyebabkan aliran sering tersumbat dan berpotensi menimbulkan banjir," katanya.

Ia menyebutkan pekerjaan yang sedang berlangsung mencakup pengerukan sepanjang sekitar 700 meter dengan lebar saluran mencapai tujuh meter. Proses pengerjaan diperkirakan berlangsung selama tujuh hari, tergantung kondisi cuaca di lapangan.

Kawasan Rimbo Karambia merupakan salah satu daerah yang rentan terdampak banjir di Kecamatan Ulakan Tapakis. Pada bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025, sejumlah lahan pertanian dan permukiman warga di kawasan tersebut sempat terendam akibat saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap pengerukan bandar dapat mengembalikan kapasitas saluran sehingga mampu memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir pada musim hujan mendatang.

Selain melindungi permukiman dan lahan pertanian warga, normalisasi saluran juga diharapkan dapat menjaga keamanan infrastruktur di sekitar lokasi, termasuk jembatan yang melintasi aliran air tersebut.

Dalam peninjauan itu, Wakil Bupati turut didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta Camat Ulakan Tapakis.

Pemkab Padang Pariaman menilai normalisasi sungai dan saluran drainase menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi dampak banjir yang berulang terjadi akibat pendangkalan dan sedimentasi di sejumlah wilayah.

Komentar

Tampilkan

  • Pemkab Padang Pariaman percepat normalisasi saluran air cegah banjir di Tapakih
  • 0

Iklan