Anam Lingkuang (Pumpunan) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menyebut pelaksanaan Car Free Day (CFD) perdana di kawasan Katapiang, Kecamatan Batang Anai, tidak hanya menjadi ruang olahraga masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Katapiang, Minggu, mengatakan ribuan masyarakat memadati kawasan pesisir mulai dari Politeknik Pelayaran Sumatera Barat hingga Kampung Nelayan Merah Putih pada pelaksanaan CFD perdana tersebut.
"Hari ini kami bangga karena Car Free Day perdana di Kabupaten Padang Pariaman berjalan sukses. Masyarakat tumpah ruah memenuhi kawasan Katapiang. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan ini," katanya.
Ia mengatakan antusiasme masyarakat tidak hanya datang dari berbagai kecamatan di Padang Pariaman, tetapi juga dari Kota Padang, Bukittinggi, dan sejumlah daerah lain di Sumatera Barat.
Menurut dia, tingginya jumlah pengunjung memberikan dampak langsung terhadap peningkatan penjualan para pelaku UMKM yang membuka lapak di sepanjang kawasan CFD.
"Kita ingin masyarakat sehat dengan berolahraga sambil bersilaturahmi. Di sisi lain, UMKM juga tumbuh. Bahkan saya sendiri ingin membeli sate, ternyata sudah habis terjual. Informasi yang saya terima, beberapa pedagang sampai tiga kali menambah stok dagangannya. Artinya, ekonomi masyarakat benar-benar bergerak," ujarnya.
CFD perdana tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, seperti senam massal, jalan santai, bersepeda, pertunjukan seni, atraksi olahraga, hingga demonstrasi bela diri taekwondo. Ratusan pelaku UMKM dan pedagang lokal juga memanfaatkan kegiatan itu untuk memasarkan produknya.
Salah seorang pedagang minuman kopi, Vino, mengaku harus beberapa kali menambah persediaan bahan baku karena tingginya permintaan selama kegiatan berlangsung.
"Pengunjung sangat ramai. Stok kami cepat habis sehingga harus menambah pasokan beberapa kali agar tetap bisa melayani pembeli," katanya.
Hal serupa disampaikan Ibon, pedagang telur gulung asal Kota Padang, yang sengaja membuka lapak setelah mengetahui informasi pelaksanaan CFD melalui media sosial.
"Saya yakin pengunjungnya akan ramai. Ternyata benar, dagangan laris dan suasananya luar biasa," katanya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Lubuk Alung, Kaila, menilai kegiatan tersebut memberikan alternatif ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus berekreasi bersama keluarga.
"Kegiatan ini sangat menarik. Kami sengaja datang bersama teman-teman untuk berjalan santai. Suasananya ramai, sehat, dan menyenangkan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap Car Free Day dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan UMKM serta menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di kawasan pesisir.
