Pariaman (Pumpunan) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, mengusulkan pembangunan Gedung Unit Layanan Disabilitas (ULD) dengan nilai sekitar Rp9,37 miliar kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna memperkuat layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di daerah itu.
Usulan tersebut disampaikan saat audiensi antara Pemerintah Kota Pariaman dengan Direktorat Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen di Jakarta, Rabu (15/7).
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan pembangunan ULD menjadi salah satu kebutuhan daerah untuk menyediakan layanan terpadu bagi peserta didik penyandang disabilitas, mulai dari asesmen, pendampingan, hingga penguatan kapasitas tenaga pendidik.
"Pemko Pariaman berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif. Oleh karena itu, kami berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat terhadap usulan pembangunan gedung ULD ini," katanya.
Ia menjelaskan gedung tersebut dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang menangani berbagai kebutuhan anak penyandang disabilitas sekaligus menyediakan layanan terapi guna mendukung tumbuh kembang mereka.
Dalam proposal yang diajukan, pemerintah daerah mengusulkan anggaran sebesar Rp9,37 miliar yang mencakup pembangunan gedung utama ULD, aula dan ruang serbaguna, area bermain luar ruang, serta pembangunan pagar, area parkir, dan penataan halaman.
Menurut Yota, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi sesuai ketentuan yang mengamanatkan pemerintah daerah menyediakan akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas.
Ia mengatakan keberadaan ULD juga sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Pariaman melalui Program Unggulan Pendidikan Gratis dan Pariaman Sejahtera.
"Kami berharap dengan adanya gedung ULD ini, kebutuhan penyandang disabilitas dapat terlayani dengan baik sehingga mereka memperoleh akses layanan yang lebih mudah, nyaman, dan setara," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher mengatakan kebutuhan terhadap layanan pendidikan inklusif di daerah tersebut terus meningkat sehingga diperlukan sarana dan prasarana yang representatif agar pelayanan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Yaya Sutarya mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Pariaman dalam memperkuat layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas.
Menurut dia, usulan pembangunan Gedung Unit Layanan Disabilitas akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan, mekanisme, serta prioritas program pemerintah pusat.
Pemerintah Kota Pariaman berharap sinergi dengan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan fasilitas tersebut sehingga pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas, dapat terlaksana secara optimal.
