Anam Lingkuang (Pumpunan) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, berhasil menarik sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia pada penyelenggaraan Barefoot Running Padang Pariaman, ajang lari tanpa alas kaki pertama di Pulau Sumatera yang digelar di kawasan pantai Kecamatan Batang Anai, Sabtu.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah pemerintah daerah memperkuat pengembangan sport tourism sekaligus memperkenalkan potensi wisata pesisir kepada masyarakat luas.
"Hari ini menjadi momentum yang sangat bersejarah. Barefoot Running Padang Pariaman merupakan event lari tanpa alas kaki pertama di Pulau Sumatera," katanya saat membuka kegiatan.
Ia menyampaikan tingginya antusiasme peserta menunjukkan Padang Pariaman memiliki potensi menjadi tujuan penyelenggaraan berbagai agenda olahraga berskala nasional yang dipadukan dengan promosi destinasi wisata.
Menurut dia, konsep berlari tanpa alas kaki di sepanjang pantai memberikan pengalaman berbeda bagi peserta karena tidak hanya berolahraga, tetapi juga menikmati panorama alam pesisir yang menjadi salah satu daya tarik daerah tersebut.
John Kenedy Azis mengatakan penyelenggaraan kegiatan itu juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan peserta meningkatkan aktivitas sektor penginapan, rumah makan, transportasi lokal hingga penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, lanjutnya, berkomitmen menjadikan kegiatan olahraga sebagai agenda rutin untuk mendukung sektor pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.
Salah seorang peserta, Imelda, mengaku menikmati pengalaman mengikuti Barefoot Running karena menawarkan sensasi berbeda dibandingkan lomba lari pada umumnya.
"Kalau bisa kegiatan seperti ini dilaksanakan lagi," katanya.
Barefoot Running Padang Pariaman tidak hanya dikemas sebagai perlombaan, tetapi juga menghadirkan kategori fun run dengan hadiah yang dibagikan melalui sistem undian sehingga dapat diikuti berbagai kalangan masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Padang Pariaman Anton Wira Tanjung mengatakan kegiatan tersebut pada awalnya dirancang sebagai ajang olahraga tingkat regional Sumatera Barat. Namun, tingginya minat peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara membuat penyelenggaraan perdana itu berkembang menjadi kegiatan berskala nasional.