Anam Lingkuang (Pumpunan) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengapresiasi inovasi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang memanfaatkan potensi filantropi perantau guna mendanai iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat kurang mampu.
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji menyampaikan apresiasi tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Batu Basa, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Sabtu (22/8).
Menurutnya, penguatan perlindungan kesehatan melalui pemanfaatan tradisi badoncek atau gotong royong merupakan inovasi sosial yang patut dicontoh daerah lain.
"Pemerintah daerah, nagari, dan perantau mampu menghadirkan solusi melalui tradisi badoncek untuk membantu masyarakat mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan. Ini inovasi sosial yang sangat baik dan layak menjadi contoh bagi daerah lainnya di Indonesia," ujar Setiaji.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menjelaskan bahwa gerakan kepedulian yang digalang bersama para perantau dan donatur lokal tersebut secara konsisten telah memberikan manfaat perlindungan kesehatan kepada sekitar 2.200 jiwa masyarakat kurang mampu selama dua tahun terakhir.
Ia menegaskan, skema filantropi ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mempercepat ketercapaian jaminan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Padang Pariaman.
"Selain gerakan kepedulian perantau, kami juga mendorong keterlibatan perusahaan melalui program CSR, alokasi pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD, serta edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran membayar iuran secara mandiri," kata John Kenedy Azis.
Sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dunia usaha, dan komunitas perantau ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh warga Padang Pariaman.