Hendra yang lahir pada 26 September 1981 merupakan lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) tahun 2003. Pendidikan formalnya kemudian dilanjutkan hingga meraih gelar Magister Manajemen (MM) dari Universitas Negeri Padang pada 2009.
Selain pendidikan akademik, Hendra juga memiliki sertifikasi profesional Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE) dan Certified Forensic Auditor (CFrA) yang berkaitan dengan kompetensi pengawasan pemerintahan dan audit forensik.
Perjalanan karier Hendra di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman diwarnai berbagai penugasan, mulai dari bidang tata pemerintahan dan pemerintahan nagari, hingga pernah mendapat tugas sebagai Bawah Kendali Operasi (BKO) pada Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Ia juga pernah dipercaya menjadi ajudan Wakil Bupati Padang Pariaman. Penugasan tersebut menjadi bagian dari pengalaman Hendra dalam memahami dinamika pemerintahan sekaligus mendukung pelaksanaan tugas pimpinan daerah.
Hendra kemudian dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis, di antaranya di bidang hubungan masyarakat dan media serta pengelolaan data elektronik Sekretariat Daerah. Ia juga terlibat dalam pengembangan manajemen e-government di lingkungan pemerintahan daerah.
Pengalaman di bidang teknologi pemerintahan kemudian dilanjutkan dengan kepercayaan sebagai Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepegawaian Daerah dan Diklat.
Kariernya terus berkembang hingga Hendra dipercaya sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokoler. Posisi tersebut memperkuat pengalamannya dalam membangun komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat serta media.
Setelah itu, ia dipercaya memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Jabatan tersebut memperluas pengalamannya dalam pelayanan publik, terutama dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha.
Hendra kemudian menjabat Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebelum dipercaya sebagai Inspektur Kabupaten Padang Pariaman.
Pengalaman sebagai Inspektur sekaligus memperkuat kompetensinya dalam pengawasan internal pemerintahan. Hal tersebut sejalan dengan sertifikasi profesional CGCAE dan CFrA yang dimilikinya.
Perjalanan menuju posisi Sekda memasuki babak baru pada April 2026. Pada 7 April 2026, Hendra yang saat itu menjabat Inspektur dipercaya sebagai Pelaksana Harian Sekda Padang Pariaman setelah Sekda sebelumnya mengundurkan diri karena pindah ke Kota Pariaman untuk menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah.
Beberapa hari kemudian, Hendra dilantik sebagai Penjabat Sekda Padang Pariaman. Dalam kapasitas tersebut, ia menjalankan fungsi koordinasi pemerintahan dan memastikan roda birokrasi tetap berjalan.
Pengalaman sebagai Plh dan Penjabat Sekda menjadi bagian dari proses sebelum akhirnya Hendra dilantik sebagai Sekda definitif oleh Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Selasa.
Bupati John Kenedy Azis mengatakan jabatan Sekda memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, terutama dalam mengoordinasikan seluruh perangkat daerah dan memastikan program pembangunan berjalan sesuai sasaran.
"Peran Sekretaris Daerah sangat menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan. Saya berharap Sekda mampu mengonsolidasikan seluruh perangkat daerah, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan setiap program pembangunan berjalan tepat sasaran demi mewujudkan Padang Pariaman yang lebih maju dan sejahtera," kata John.
Menurut bupati, Sekda tidak hanya berperan sebagai koordinator administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi motor penggerak birokrasi agar bekerja secara efektif, solid, disiplin, dan berorientasi pada hasil.
Sementara itu, Hendra mengatakan amanah sebagai Sekda akan dijalankannya dengan membangun sinergi bersama seluruh jajaran Pemkab Padang Pariaman.
"Dalam menjalankan pemerintahan tentunya saya tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan pemerintah daerah merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan," katanya.
Ia mengajak seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dan komunikasi serta membangun budaya kerja yang solid, disiplin, responsif, dan inovatif dengan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
"Mari kita bangun koordinasi dan komunikasi yang baik sehingga setiap program pembangunan dapat terlaksana secara optimal," ujarnya.
Jejak panjang Hendra, mulai dari bidang tata pemerintahan, pemerintahan nagari, komunikasi publik, teknologi pemerintahan, kepegawaian, pelayanan publik, sosial hingga pengawasan, kini menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai Sekda definitif.