-->

Feature

Iklan

Mauluik Gadang Padang Pariaman jadi ruang pelestarian adat dan penguatan ukhuwah

Selasa, 25 Agustus 2026, 5:48 PM WIB Last Updated 2026-08-31T10:48:51Z
Anam Lingkuang (Pumpunan) - Puncak peringatan Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 di halaman Masjid Raya IKK Ali Mukhni, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menjadi momentum memperkuat nilai keislaman sekaligus melestarikan tradisi dan budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.

Ribuan masyarakat memadati kawasan masjid pada Selasa (25/8) untuk mengikuti rangkaian penutupan Mauluik Gadang yang telah berlangsung selama tiga hari.

Berbagai tradisi masyarakat Padang Pariaman ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari arak-arakan bungo lado, penerimaan jamba, tradisi badoncek, hingga penerimaan lamang yang berpadu dengan lantunan badikia.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat secara resmi menutup rangkaian Mauluik Gadang 2026.

John Kenedy Azis mengatakan Mauluik Gadang tidak semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus menjaga hubungan sosial dan persaudaraan masyarakat.

"Momentum Mauluik Gadang ini mari kita jadikan peringatan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW sebagai kesempatan untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, memperkokoh persatuan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama," katanya.

Ia berharap keteladanan Nabi Muhammad SAW yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita ingin nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya kita dengarkan dalam bentuk tausiyah, tetapi benar-benar kita hadirkan dalam kehidupan kita," ujarnya.

Menurut dia, Mauluik Gadang merupakan ruang yang mempertemukan nilai agama, adat dan budaya dalam satu rangkaian kegiatan masyarakat.

Tradisi tersebut sekaligus mencerminkan kuatnya semangat gotong royong yang masih dipertahankan masyarakat Padang Pariaman.

Hal itu terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam menyiapkan berbagai kebutuhan kegiatan, termasuk jamba dan lamang, serta tradisi badoncek yang menjadi bentuk kepedulian dan kebersamaan masyarakat.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada ibu-ibu yang telah menyiapkan jamba dan membuat lamang, kepada para donatur yang telah badoncek, kepada para alim ulama, tuanku, serta panitia pelaksana. Tanpa kebersamaan dan semangat gotong royong kita semua, kegiatan ini tidak akan berjalan semeriah ini," katanya.

Puncak Mauluik Gadang tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Padang Pariaman, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris Daerah Padang Pariaman Hendra Aswara, jajaran pemerintah daerah, organisasi perempuan, camat, wali nagari, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan bajamba bersama.

Tradisi tersebut menjadi salah satu simbol kebersamaan masyarakat karena seluruh peserta duduk dan makan bersama tanpa membedakan latar belakang.

Melalui tradisi bajamba, masyarakat tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial, persaudaraan dan semangat saling membantu.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap Mauluik Gadang dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat sekaligus menjadi ruang pewarisan nilai agama, adat dan budaya kepada generasi muda.

Dengan demikian, kemeriahan Mauluik Gadang tidak berhenti pada perayaan, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan memperkuat karakter masyarakat Padang Pariaman di tengah perkembangan zaman.
Komentar

Tampilkan

  • Mauluik Gadang Padang Pariaman jadi ruang pelestarian adat dan penguatan ukhuwah
  • 0

Iklan