-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Menyongsong Ramadhan: Esensi Kesiapan Fisik dan Batin bagi Umat Muslim

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:23 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-25T13:16:48Z
Ilustrasi sebuah keluarga menikmati berbuma puasa


Pariaman (Pumpunan.id) - Kedatangan bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari menuntut kesiapan komprehensif dari umat Muslim. Tak sekadar menahan lapar dan dahaga, persiapan yang matang menjadi kunci agar ibadah selama sebulan penuh dapat berjalan optimal dan produktif.

1. Pemulihan Spiritual dan Literasi Agama
Persiapan batin atau tazkiyatun nafs merupakan fondasi utama. Umat diimbau untuk mulai memperbanyak amalan sunnah serta memperdalam literasi mengenai fiqih puasa.
Pembersihan Hati: Memperbanyak istighfar dan menjalin silaturahmi untuk saling memaafkan.
Pendalaman Fiqih: Memahami kembali rukun, syarat sah, serta hal-hal yang membatalkan puasa agar ibadah memiliki dasar hukum yang kuat.

2. Adaptasi Fisik dan Pola Makan
Mengingat puasa mengubah metabolisme tubuh secara signifikan, transisi pola makan perlu dilakukan sejak dini agar tubuh tidak mengalami "kejutan" saat hari pertama Ramadhan.
Latihan Puasa Sunnah: Membiasakan diri dengan puasa Senin-Kamis atau puasa Daud di bulan Sya'ban.
Hidrasi Berkualitas: Mulai mengurangi konsumsi kafein dan minuman manis, serta meningkatkan asupan air putih minimal 2 liter sehari.
Pemeriksaan Kesehatan: Bagi lansia atau penderita penyakit tertentu, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi medis guna memastikan keamanan dalam menjalankan ibadah.
3. Manajemen Keuangan dan Kebutuhan Pokok
Lonjakan harga pangan yang sering terjadi menjelang Ramadhan menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur arus kas rumah tangga.
Belanja Prioritas: Menyusun daftar kebutuhan pokok agar terhindar dari perilaku konsumtif atau panic buying.
Alokasi Ziswaf: Menyiapkan dana khusus untuk zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) agar kewajiban sosial dapat tertunaikan dengan tepat waktu.

Tokoh agama dalam berbagai kesempatan juga mengingatkan masyarakat bahwa esensi Ramadhan adalah kesederhanaan. Persiapan materi tidak sampai mengaburkan tujuan utama yaitu peningkatan ketaqwaan.

Dengan persiapan yang terukur, Ramadhan diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan momentum transformasi diri menjadi pribadi yang lebih disiplin, sehat, dan bertaqwa.

×
Berita Terbaru Update