Pariaman (Pumpunan.id) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, membekali 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah itu dengan pelatihan pembuatan aneka kue dan minuman kekinian berbasis potensi lokal guna memperkuat ekonomi rumah tangga.
Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Selasa, mengatakan pelatihan tersebut merupakan implementasi nyata dari program unggulan (Progul) "Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga" yang diusung bersama Wakil Wali Kota Mulyadi.
"Pelaksanaan visi misi dan progul ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas para pengusaha UMKM. Jika kapasitas meningkat, tentu tingkat kesejahteraan masyarakat di Kota Pariaman juga akan bertambah," kata Yota Balad saat membuka pelatihan di Aula SMK N 2 Pariaman.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut difokuskan pada pemanfaatan potensi bahan baku lokal, salah satunya adalah mengolah singkong menjadi aneka cake dan kue yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Menurutnya, pengolahan yang kreatif terhadap bahan lokal akan menjadi fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi masyarakat.
"Kepada para peserta, ikutilah pelatihan ini dengan serius. Olah makanan agar menjadi lebih menarik, higienis, dan memiliki daya saing yang kuat di pasaran," katanya.
Yota menambahkan, pemerintah daerah melalui Dinas Perindagkop dan UKM tidak hanya berhenti pada pelatihan saja, namun akan melakukan pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan.
Hal yang menarik, Wali Kota memproyeksikan produk hasil pelatihan ini untuk menyasar program nasional. Produk UMKM binaan tersebut nantinya akan dihimpun melalui Koperasi Merah Putih.
"Tujuannya agar produk bapak dan ibu bisa ditawarkan untuk mengisi kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Kota Pariaman," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan motivasi kepada para pelaku usaha bahwa kesuksesan tidak hanya milik mereka yang bekerja di sektor formal atau kantoran.
"Apapun pekerjaan kita, kalau kita ikhlas, bersyukur, dan disiplin dalam menjalankan usaha, insyaallah akan sukses," tuturnya.
Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 10 hingga 14 Februari 2026. Selain mendapatkan ilmu, para peserta juga diberikan satu paket perlengkapan usaha sebagai modal awal untuk memproduksi aneka kue dan minuman kekinian secara mandiri.