Pariaman (Pumpunan.id) - Wali Kota Pariaman Yota Balad mengajak generasi muda di daerah itu untuk melestarikan seni qasidah rebana klasik sebagai upaya menjaga warisan budaya Islami sekaligus membentengi diri dari pengaruh negatif modernisasi.
"Qasidah rebana klasik bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan warisan budaya tradisional yang sarat akan pesan moral dan dakwah agama kepada masyarakat melalui lantunan lagu bernuansa islami," kata Yota Balad saat membuka Festival Qasidah Rebana Klasik tingkat SD/MI se-Kota Pariaman di Halaman Kantor Camat Pariaman Selatan, Selasa (10/2).
Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Pemerintah Kota Pariaman, yakni "Pariaman RISALAH" (Beriman, Saleh, dan Berakhlak) yang mencakup program Satu Keluarga Satu Hafidz, Kembali ke Surau, hingga Pesantren ASN.
Menurutnya, pengenalan qasidah sejak dini kepada peserta didik tingkat SD/MI menjadi langkah strategis untuk mewujudkan cita-cita Pariaman sebagai "Kota Cinta Rebana".
"Dunia pendidikan tidak hanya diisi dengan proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga harus diperkaya dengan kesenian, olahraga, dan keagamaan. Di era digital ini, kegiatan positif seperti ini sangat efektif agar anak-anak tidak terjebak pada ketergantungan terhadap gawai," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman serta KKG Pariaman Selatan yang telah menginisiasi acara ini sebagai ajang penggalian potensi sekaligus silaturahmi.
Kepada para peserta, Yota berpesan agar tetap rendah hati jika meraih juara dan tidak patah semangat bagi yang belum beruntung.
"Jadikan kegagalan sebagai pelecut semangat untuk berkompetisi lebih baik di tahun-tahun mendatang," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher menyebutkan festival ini diikuti oleh 76 satuan pendidikan tingkat SD/MI se-Kota Pariaman.
"Festival ini berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Februari 2026," jelas Hertati.
Ketua Pelaksana Kegiatan Afdhal Fuady menambahkan terdapat beberapa cabang yang diperlombakan dalam festival ini, meliputi kategori vokal, instrumen, hingga penampilan terbaik.
Panitia menyediakan total hadiah jutaan rupiah, dengan rincian Juara I mendapatkan Rp4 juta, Juara II Rp3 juta, dan Juara III Rp2 juta. Selain itu, terdapat penghargaan bagi kategori harapan serta penghargaan khusus untuk vokal, instrumen, dan penampilan terbaik masing-masing sebesar Rp500 ribu.