Pariaman (Pumpunan) — Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, menghadirkan beragam kesenian dan atraksi budaya tradisional dalam rangkaian kegiatan wisata Piaman Barayo 2026 sebagai upaya memperkenalkan budaya Minangkabau kepada wisatawan.
"Banyak kesenian yang kami tampilkan di Pentas Seni Gandoriah selama pelaksanaan Piaman Barayo," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi Syarief di Pariaman, Rabu.
Ia menjelaskan, berbagai pertunjukan tersebut dibawakan oleh komunitas seni, sanggar, serta pelajar di Pariaman untuk menghibur pengunjung yang datang ke kawasan Pantai Gandoriah selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, penampilan tersebut tidak hanya menjadi wadah bagi para pelaku seni dari berbagai usia untuk menyalurkan hasil latihan dan mengasah kemampuan, tetapi juga menjadi sarana promosi kebudayaan daerah kepada wisatawan.
Beragam kesenian yang ditampilkan meliputi penampilan nyanyi solo dan duet, grup band, hingga tari tradisional seperti tari piring. Selain itu, turut ditampilkan atraksi khas seperti menginjak dan memainkan beling serta semburan api.
"Atraksi tersebut merupakan bagian dari penampilan tari piring," katanya.
Ia menambahkan, pertunjukan budaya tersebut mampu menarik perhatian wisatawan karena jarang disaksikan secara langsung, sehingga tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan kesan positif bagi pengunjung yang berwisata ke Pariaman.
Sebelumnya, Pemkot Pariaman mencatat sebanyak 44.193 wisatawan mengunjungi empat objek wisata berbayar yang dikelola pemerintah daerah selama empat hari pelaksanaan Piaman Barayo 2026 yang dimulai sejak 22 Maret dan berlangsung hingga 29 Maret.
"Itu baru data kunjungan di destinasi wisata berbayar, sedangkan yang non berbayar datanya belum," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi Syarief di Pariaman.
Ia menyebutkan puncak kunjungan terjadi pada Selasa (24/3) dengan total 12.514 wisatawan, sedangkan jumlah kunjungan terendah tercatat pada Rabu dengan 10.006 pengunjung.