-->

Feature

Iklan

Naik motor keliling 10 nagari, Bupati Padang Pariaman langsung putuskan sejumlah proyek prioritas

Minggu, 21 Juni 2026, 11:02 AM WIB Last Updated 2026-06-23T04:03:19Z


Padang Pariaman (Pumpunan) - Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) kembali turun langsung menyerap aspirasi masyarakat melalui program "Putar Roda" (Jemput Aspirasi untuk Mendorong Pembangunan Daerah) dengan mengunjungi 12 titik di 10 nagari menggunakan sepeda motor.

Dalam kunjungan yang berlangsung di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, VII Koto Padang Sago, dan 2x11 Kayu Tanam itu, JKA tidak hanya mendengarkan keluhan warga, tetapi juga langsung menginstruksikan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menindaklanjuti berbagai kebutuhan pembangunan yang ditemukan di lapangan.

"Kami ingin memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu pemerintah harus hadir langsung ke lapangan, melihat kondisi riil dan mendengarkan aspirasi warga tanpa sekat," kata JKA saat kegiatan berlangsung, Sabtu.

Didampingi Sekretaris Daerah Hendra Aswara, kepala OPD, Direktur PDAM, camat, serta sejumlah anggota DPRD Padang Pariaman, rombongan menyusuri berbagai lokasi yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari irigasi pertanian, jalan kabupaten, jembatan, pasar rakyat hingga kawasan perkebunan.

Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus adalah kawasan Irigasi Batang Ampalu di Korong Ampek Jirek, Nagari Lurah Ampalu. Menanggapi aspirasi petani, Bupati langsung meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memprogramkan pembangunan bendungan pada aliran Sungai Batang Ampalu agar jaringan irigasi dapat berfungsi optimal mengairi lahan pertanian warga.

Di kawasan yang sama, ia juga meninjau Jalan Lingkar Surau Bungo yang selama ini diusulkan masyarakat untuk diaspal. Jalan tersebut diminta masuk dalam daftar prioritas pembangunan tahun 2027.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Korong Guguak, tempat JKA memilih berdialog dengan warga di sebuah lapau yang berada di tengah hamparan persawahan. Di lokasi itu masyarakat menyampaikan berbagai persoalan terkait sektor pertanian, ekonomi keluarga, hingga dampak inflasi terhadap kebutuhan sehari-hari.

Perhatian terhadap sektor pertanian kembali terlihat saat rombongan mengunjungi kawasan perkebunan kelapa di Nagari Koto Dalam. Melihat banyak tanaman yang sudah berusia tua, JKA meminta Dinas Pertanian menyusun program peremajaan pohon kelapa sekaligus mengembangkan kawasan tersebut sebagai sentra produksi kelapa unggulan.

"Potensi kelapa di wilayah ini sangat besar. Kita ingin Padang Pariaman menjadi salah satu daerah penghasil kelapa utama di Sumatera Barat melalui pengembangan kawasan kampung kelapa," ujarnya.

Di Pasar Padang Sago, Bupati juga memerintahkan pembangunan fasilitas MCK dan mushala serta meminta peningkatan pengelolaan kebersihan pasar agar memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung.

Saat berada di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, JKA meninjau Jembatan Padang Mantuang yang hingga kini belum permanen. Ia meminta pembangunan jembatan tersebut dimasukkan dalam program prioritas tahun 2027.

Selain itu, ia juga meninjau Irigasi Padang Lapai di Nagari Guguak yang selama ini dikeluhkan warga karena tidak berfungsi optimal dan meminta dilakukan penanganan segera.

Kunjungan berlanjut ke kawasan sawah yang rusak akibat banjir Sungai Sipisang saat bencana hidrometeorologi. JKA meminta Dinas Pertanian memastikan lahan terdampak dapat masuk ke dalam program optimalisasi lahan (Oplah) pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan sektor pertanian masyarakat.

Rombongan juga mengunjungi lokasi Jembatan Gantung Sipinang di Nagari Anduring yang hanyut diterjang banjir. Selain meninjau kondisi infrastruktur, Bupati berdialog langsung dengan warga terkait kebutuhan pembangunan nagari.

Pada kesempatan itu, ia juga memantau persiapan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak yang akan berlangsung pada 27 Juni 2026 dan mengajak masyarakat menjaga suasana demokrasi yang damai.

"Kita berbeda pilihan, tetapi tetap bersaudara. Pilwana harus menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat, bukan sebaliknya," katanya.

Selain agenda pembangunan, kegiatan Putar Roda juga diisi dengan menghadiri khitanan massal gratis bagi 100 anak di Nagari Bisati Sungai Sariak. JKA mengapresiasi kegiatan sosial tersebut dan berharap dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

Kunjungan terakhir dilakukan di Korong Padang Limau, Nagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak. Di lokasi itu, masyarakat kembali menyampaikan keluhan terkait ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Padang Limau dengan Nagari Ambuang Kapua yang telah puluhan tahun belum mendapatkan perbaikan aspal.

Program Putar Roda ditutup pada siang hari setelah rombongan kembali ke Pendopo Bupati. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti menjadi program pembangunan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi warga.

Komentar

Tampilkan

  • Naik motor keliling 10 nagari, Bupati Padang Pariaman langsung putuskan sejumlah proyek prioritas
  • 0

Iklan