-->

Feature

Iklan

Pemkot Pariaman sebut keramaian Tabuik 2026 mulai tingkatkan pendapatan UMKM

Selasa, 23 Juni 2026, 8:30 PM WIB Last Updated 2026-06-24T02:40:33Z
Pariaman (Pumpunan) — Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, menyatakan rangkaian Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 mulai memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bahkan sebelum puncak perayaan digelar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman, Selasa, mengatakan ramainya pengunjung yang mengikuti setiap prosesi Tabuik berdampak langsung pada meningkatnya aktivitas perdagangan di sejumlah titik pelaksanaan kegiatan.

"Di Rumah Tabuik Pasa (salah satu lokasi pembuatan ornamen Tabuik) ada sekitar 15 sampai 20 pedagang setiap malam berjualan di sana, belum lagi lokasi pelaksanaan prosesi," katanya.

Ia mengatakan geliat ekonomi tersebut terlihat sejak awal rangkaian prosesi dilaksanakan. Hingga Senin malam, kegiatan baru memasuki tahapan Maarak Jari-Jari, sedangkan puncak acara berupa Tabuik Dibuang ka Lauik dijadwalkan berlangsung pada 28 Juni.

Menurut dia, jumlah masyarakat yang menyaksikan pembuatan Tabuik maupun prosesi budaya pada tahun ini juga lebih banyak dibandingkan pelaksanaan tahun lalu.

"Ini mungkin terjadi karena Tabuik dilaksanakan bertepatan dengan libur sekolah," ujarnya.

Pemerintah Kota Pariaman menargetkan kunjungan sebanyak 300 ribu wisatawan selama penyelenggaraan Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026. Sebanyak 200 ribu orang diperkirakan hadir pada prosesi puncak, sedangkan sekitar 100 ribu lainnya mengikuti berbagai rangkaian kegiatan sebelum hari penutupan.

Peningkatan jumlah pengunjung tersebut turut dirasakan para pelaku usaha. Seorang pedagang di kawasan Simpang Tabuik, Andri, mengaku penjualannya selalu meningkat setiap pelaksanaan tradisi budaya tersebut.

Menurut dia, meskipun pendapatan yang diperoleh pada setiap prosesi masih mencapai ratusan ribu rupiah, keramaian pengunjung membuat dagangannya lebih cepat terjual dibandingkan hari biasa.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Zahra Salsabila, mengatakan sengaja datang bersama teman-temannya untuk menyaksikan prosesi Basalisiah yang menjadi bagian dari rangkaian Maarak Jari-Jari.

Ia menilai prosesi tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena menampilkan tradisi yang unik. Meski terdapat aksi saling lempar antara dua kelompok Tabuik, panitia telah menyiapkan pembatas sehingga kegiatan tetap dapat disaksikan dengan aman oleh pengunjung.


Komentar

Tampilkan

  • Pemkot Pariaman sebut keramaian Tabuik 2026 mulai tingkatkan pendapatan UMKM
  • 0

Iklan