-->

Feature

Iklan

Wako Pariaman: Sensus Ekonomi 2026 untuk penguatan kebijakan pembangunan

Senin, 15 Juni 2026, 6:31 PM WIB Last Updated 2026-06-15T11:31:32Z



Pariaman (Pumpunan) - Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 menjadi instrumen penting dalam penguatan kebijakan pembangunan karena data yang dihasilkan akan menjadi dasar penyusunan program ekonomi yang lebih tepat sasaran di daerah itu.

"Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang sangat strategis. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam menyusun arah kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun di Kota Pariaman," kata Yota saat memimpin Apel Siaga Pelepasan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di halaman Balai Kota Pariaman, Senin.

Ia menjelaskan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan mutakhir dibutuhkan pemerintah untuk merancang berbagai program pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, hasil sensus akan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pemberdayaan pelaku usaha, penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga penguatan daya saing ekonomi daerah.

"Data yang berkualitas akan menjadi dasar bagi kita untuk merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran, mulai dari pemberdayaan pelaku usaha, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan daya saing ekonomi daerah," ujarnya.

Karena itu, Yota meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman mendukung penuh pelaksanaan sensus agar proses pendataan berjalan lancar dan menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menegaskan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik, pelaku usaha, dan masyarakat.

"Mari kita jadikan Sensus Ekonomi 2026 ini sebagai momentum untuk mewujudkan Kota Pariaman yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Dengan kerja sama, dedikasi, dan komitmen bersama, saya yakin kegiatan ini akan berjalan sukses," katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Pariaman Riqadli mengatakan sebanyak 81 petugas akan melaksanakan pendataan di empat kecamatan di Kota Pariaman mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Menurut dia, sensus tersebut akan mendata seluruh kegiatan usaha di luar sektor pertanian, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar, guna memetakan struktur ekonomi dan karakteristik usaha di daerah itu.

Petugas akan melakukan pendataan secara langsung ke lapangan dengan memanfaatkan perangkat digital melalui metode *Computer Assisted Personal Interviewing* (CAPI) untuk memastikan data yang diperoleh lebih cepat dan akurat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memastikan identitas petugas sebelum memberikan data. Petugas resmi Sensus Ekonomi 2026 dilengkapi rompi sensus, tanda pengenal berfoto yang memuat kode QR, serta surat tugas resmi.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menghasilkan basis data yang kuat sebagai landasan perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan ekonomi di Kota Pariaman pada masa mendatang.

Komentar

Tampilkan

  • Wako Pariaman: Sensus Ekonomi 2026 untuk penguatan kebijakan pembangunan
  • 0

Iklan