Pariaman (Pumpunan) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat memasang 101 plang penunjuk arah evakuasi tsunami pada 2026 untuk memperkuat mitigasi bencana berbasis masyarakat di daerah yang berada di kawasan rawan gempa dan tsunami tersebut.
"Alhamdulillah semuanya telah terpasang. Kebanyakan dipasang di kawasan pesisir pantai di Pariaman," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman Ferry Ferdian Bagindo Putra di Pariaman, Jumat.
Ia mengatakan pemasangan plang penunjuk arah evakuasi tersebut didanai melalui APBD Kota Pariaman 2026 dengan anggaran sekitar Rp186 juta.
Menurut dia, keberadaan plang tersebut berfungsi mengarahkan masyarakat menuju lokasi evakuasi melalui jalur yang telah ditetapkan sehingga proses penyelamatan dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi keadaan darurat.
Ferry menyampaikan langkah tersebut diperlukan karena Kota Pariaman merupakan salah satu wilayah di Sumatera Barat yang memiliki potensi bencana gempa bumi dan tsunami sehingga penguatan mitigasi berbasis masyarakat menjadi upaya penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa.
"Sebelumnya sudah ada penunjuk arah evakuasi, namun kondisinya telah banyak yang rusak dan juga ada jalur yang belum terpasang penunjuk arah evakuasi," katanya.
Ia menjelaskan meskipun tahun ini telah dilakukan penambahan plang, masih terdapat sejumlah jalur evakuasi yang memerlukan sarana serupa.
Karena itu, BPBD Kota Pariaman akan melakukan penggantian plang yang rusak sekaligus menambah pemasangan di lokasi baru secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
"Untuk 2027 akan kami usulkan kembali, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," ujarnya.
Ferry mengatakan saat ini Kota Pariaman memiliki 22 tempat evakuasi akhir yang memanfaatkan berbagai fasilitas umum yang tersebar di sejumlah titik.
Menurut dia, keberadaan penunjuk arah evakuasi juga akan memperkuat pemanfaatan sistem *High Frequency* (HF) Radar Array yang telah beroperasi di Kota Pariaman.