Pariaman (Pumpunan) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, menyebutkan progres revitalisasi 39 satuan pendidikan di daerah itu telah mencapai hampir 90 persen dan ditargetkan seluruh pekerjaan rampung pada Agustus 2026 sehingga fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar.
Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Senin, mengatakan percepatan pengerjaan tersebut merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 yang didanai pemerintah pusat melalui APBN.
"Secara keseluruhan, progres pengerjaan fisik program revitalisasi sekolah di Kota Pariaman saat ini telah mencapai hampir 90 persen. Kami menargetkan pada Agustus 2026 seluruh pengerjaan revitalisasi di 39 sekolah sudah tuntas 100 persen sehingga dapat segera dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa dan guru," katanya usai meninjau sejumlah sekolah penerima bantuan.
Ia mengatakan Kota Pariaman memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp25 miliar dari pemerintah pusat setelah pemerintah daerah mengajukan proposal kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan pada puluhan sekolah di daerah itu agar proses belajar mengajar berlangsung lebih aman dan nyaman.
Menurut dia, hasil peninjauan menunjukkan sejumlah sekolah telah menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.
Salah satunya SDN 01 Kampung Jawa I, Kecamatan Pariaman Tengah, yang telah menuntaskan seluruh pekerjaan revitalisasi. Pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada pihak sekolah dan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) karena mampu menyelesaikan proyek tepat waktu.
Sementara itu, revitalisasi di SDN 13 Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, telah mencapai sekitar 90 persen dan saat ini memasuki tahap penataan akhir.
Yota mengatakan pemerintah daerah telah menginstruksikan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman untuk terus mengawal pelaksanaan proyek hingga seluruh pekerjaan selesai sesuai standar yang ditetapkan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher mengatakan sebanyak 39 satuan pendidikan menjadi penerima bantuan revitalisasi pada 2026.
"Rinciannya terdiri atas 29 sekolah dasar, enam sekolah menengah pertama, dan empat satuan pendidikan anak usia dini," katanya.
Ia menjelaskan dinas setempat bersama jajaran bidang pembinaan sekolah terus melakukan pengawasan di lapangan agar seluruh pekerjaan fisik dapat diselesaikan sesuai target.
Melalui program tersebut, lanjutnya, pemerintah melakukan rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, fasilitas sanitasi, hingga penataan lingkungan sekolah.
Menurut dia, peningkatan sarana dan prasarana tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Pariaman.