Anam Lingkuan (Pumpunan) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat memastikan kesiagaan personel serta kesiapan peralatan, kendaraan operasional, dan logistik penanggulangan bencana sebagai bagian dari upaya mempercepat respons ketika bencana terjadi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara mengatakan kesiapsiagaan tidak boleh dibangun setelah bencana terjadi, tetapi harus dipastikan sejak kondisi masih normal.
"Kita tidak tahu kapan bencana terjadi. Yang bisa kita lakukan adalah memastikan ketika bencana datang, kita sudah siap menghadapinya," kata Hendra saat memimpin apel siaga di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman, Senin (31/8).
Menurutnya, kesiapan tersebut penting karena dalam kondisi darurat setiap menit sangat berarti, terutama ketika masyarakat membutuhkan pertolongan dan evakuasi.
Karena itu, ia meminta seluruh personel BPBD memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga dapat bergerak cepat dan terkoordinasi ketika terjadi bencana.
"BPBD memiliki tugas yang sangat penting, karena harus selalu siap ketika masyarakat membutuhkan pertolongan," ujarnya.
Setelah memimpin apel, Hendra mengecek langsung sejumlah fasilitas penanggulangan bencana yang dimiliki BPBD, termasuk peralatan, kendaraan operasional dan logistik.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana tersebut dalam kondisi layak dan siap digunakan kapan saja.
"Kesiapsiagaan itu harus dibangun sebelum bencana terjadi. Jangan sampai ketika dibutuhkan, peralatan justru tidak siap," katanya.
Hendra juga meminta seluruh peralatan penanggulangan bencana ditata secara baik, didata dan ditempatkan pada lokasi yang mudah diakses sehingga tidak menghambat proses penanganan ketika kondisi darurat.
Begitu pula dengan logistik, menurutnya, harus dipastikan ketersediaannya agar kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana dapat segera dipenuhi.
Selain sarana dan prasarana, Hendra menilai kesiapan personel menjadi bagian yang tidak kalah penting. Untuk itu, kedisiplinan harus menjadi budaya kerja di lingkungan BPBD.
"Disiplin tidak sekadar soal kehadiran dan ketepatan waktu, tetapi juga menyangkut kesungguhan, tanggung jawab dan kesiapan dalam melaksanakan tugas," katanya.
Ia juga meminta koordinasi penanggulangan bencana diperkuat, tidak hanya di internal BPBD tetapi juga dengan perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari dan unsur terkait lainnya.
Menurut Hendra, penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja sehingga diperlukan koordinasi yang cepat dan jelas agar setiap unsur mengetahui peran masing-masing.
Ia berharap apel siaga dan pemeriksaan fasilitas tersebut menjadi langkah nyata untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih responsif, bukan sekadar kegiatan rutin atau seremonial.
"Pada akhirnya, yang kita utamakan adalah keselamatan masyarakat. Karena itu, kesiapan kita harus selalu berada satu langkah lebih cepat daripada bencana yang mungkin terjadi," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan dan pelayanan yang cepat kepada masyarakat ketika menghadapi potensi bencana.