-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pariwisata Indonesia Kalahkan Malaysia

Rabu, 24 Oktober 2018 | 11:12 PM WIB | 0 Views Last Updated 2018-10-31T12:00:06Z

Pantai Carocok di Painan, Sumatra Barat

 Menteri Pariwisata  Arief Yahya menyatakan bahwa pariwisata Indonesia mengalahkan pariwisata Malaysia. Menurutnya hal tersebut terjadi karena semenjak empat tahun terakhir sektor pariwisata Indonesia menunjukkan peningkatan yang positif.

  "Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat nomor 9 di dunia, di Asia nomor 3 dan ASEAN nomor satu," kata Arief di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10/2018) seperti yang dikutip dari Liputan6.

 Arief menyampaikan pada 2017 pertumbuhan pariwisata Indonesia mencapai 22 persen sedangkan Malaysia hanya 4 persen.

   Namun Indonesia masih kalah dengan Vietnam yang mana angka pertumbuhan pariwisatanya mencapai 29 persen. Hal tersenut karena pemerintah Vietnam melakukan deregulasi.

   "Angka pertumbuhan tersebut di atas rata-rata pertumbuhan turisme dunia yang hanya 6,4 persen sedangkan pertumbuhan ASEAN 7 persen," ujarnya

 Dengan adanya capaian tersebut memungkinkan sektor pariwisata dapat menjadi penggerak pembangunan nasional. Hal itu dapat dilihat dari perkembangan dan penerimaan devisa yang terus meningkat sejak 2015.

 Ia menyebutkan pada 2015 sektor pariwisata dapat menyumbangkan devisa USD 122 miliar,  lalu 2016 USD 13,6 miliar, serta 2017 menjadi USD 15 miliar.

 Sedangkan tahun ini diharapakan sumbangan devisa dari sektor pariwisata mencapai USD 17 miliar dan 2019 menjadi USD 20 miliar.

     Berdasarkan data tersebut maka saat ini pariwisata Indonesia menjadi nomor empat penyumbang devisa terbesar untuk negara ini setelah industri kelapa sawit (CPO), migas, dan batu bara.

 Sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara pada 2015 sebanyak 9,7 juta,  11,5 juta pada 2016, 14 juta pada 2017.

    Lalu kunjungan wisatawan mancanegara dari Januari hingga Agustus 2018,  sudah mencapai 10,58 juta dari target 17 juta.

     Untuk wisatawan lokal juga meningkat yaitu pada 2015 sebanyak 255 juta, 2016 menjadi 264 juta, dan 2017 mencapai 271 juta.
×
Berita Terbaru Update