Anam Lingkuang (Pumpunan) – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada 2026 memperoleh bantuan pemerintah pusat senilai Rp25,3 miliar untuk merevitalisasi 48 sekolah yang terdampak bencana pada akhir 2025.
"Kegiatan revitalisasi sekolah terdampak bencana tahun lalu sedang pelaksanaan," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman Hendri di Parik Malintang, Sabtu.
Ia mengatakan pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui mekanisme swakelola dengan dana bantuan yang langsung disalurkan ke rekening masing-masing sekolah penerima.
Menurut dia, pihaknya terus melakukan pengawasan agar pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Hendri menjelaskan total 48 satuan pendidikan penerima bantuan tersebut terdiri atas 21 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Pendidikan Nonformal (PNF) dengan total anggaran Rp11,3 miliar, 24 sekolah dasar (SD) senilai Rp6,3 miliar, serta tiga sekolah menengah pertama (SMP) dengan total anggaran Rp7,5 miliar.
Ia menyampaikan besaran bantuan yang diterima setiap sekolah berbeda-beda menyesuaikan tingkat kerusakan bangunan. Untuk PAUD dan PNF, bantuan berkisar dari ratusan juta rupiah hingga lebih dari Rp800 juta, sedangkan untuk SMP mencapai miliaran rupiah.
Sejumlah PAUD dan PNF yang memperoleh bantuan sekitar Rp800 juta yakni TK Delima Bandara, KB Buah Hati, SPS Durian Ajung, dan TK Raudhatul Jannah.
Sementara itu, sebagian besar SD menerima bantuan sebesar Rp109 juta. Adapun sekolah yang memperoleh anggaran lebih besar di antaranya SDN 18 Batang Gasan senilai Rp823,4 juta, SDN 10 Batang Gasan Rp736,5 juta, SDN 15 Ulakan Tapakis Rp675 juta, serta SDN 15 Batang Gasan Rp673,9 juta.
Untuk jenjang SMP, bantuan revitalisasi diberikan kepada SMPN 5 Lubuk Alung sebesar Rp2,7 miliar, SMPN 6 Lubuk Alung Rp1,1 miliar, dan SMPN 2 Nan Sabaris Rp3,7 miliar.
Selain melaksanakan revitalisasi sekolah terdampak bencana, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman juga mengusulkan tambahan bantuan revitalisasi reguler kepada pemerintah pusat.
"Sekarang kami sedang tahap pengusulan untuk 21 SD kegiatan Revitalisasi Sekolah Reguler Tahun 2026," kata Hendri.
Padang Pariaman berharap usulan tersebut dapat disetujui sehingga semakin banyak sekolah di Padang Pariaman yang mendapatkan perbaikan sarana dan prasarana guna mendukung proses belajar mengajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
