-->

Feature

Iklan

Sawah terdampak bencana di Padang Pariaman segera panen

Sabtu, 29 Agustus 2026, 8:39 PM WIB Last Updated 2026-08-31T10:39:30Z

Anam Lingkuang (Pumpunan) - Upaya pemulihan lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mulai membuahkan hasil dengan tanaman padi di Korong Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, kini tumbuh subur dan diperkirakan segera dipanen.

"Pemulihan lahan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Setelah lahan dipulihkan, kemudian dilakukan penanaman secara serentak," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman Irawati Febriani saat meninjau areal persawahan tersebut, Sabtu.

Areal persawahan Tanah Taban sebelumnya tertutup material sedimentasi akibat bencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut pada akhir 2025.

Setelah dilakukan pemulihan, petani kembali menanam padi secara serentak pada 13 Mei 2026. Kini, tanaman telah berusia sekitar tiga bulan lebih dan tumbuh dengan baik.

Jika tidak terdapat kendala, tanaman padi tersebut diperkirakan mulai dipanen dalam waktu sekitar satu minggu.

Irawati mengatakan kondisi tersebut menjadi bukti bahwa lahan pertanian yang terdampak bencana dapat kembali dimanfaatkan apabila ditangani secara tepat dan melibatkan kolaborasi berbagai pihak.

Menurut dia, pemulihan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik lahan, tetapi juga diarahkan untuk memastikan kebutuhan dasar pertanian, terutama ketersediaan air.

Sebelum bencana, petani di kawasan tersebut masih mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan air persawahan karena belum memiliki jaringan irigasi teknis.

Namun, bencana menyebabkan sumur yang menjadi sumber air petani ikut tertimbun material sedimentasi sehingga aktivitas pertanian terkendala.

Pemerintah kemudian memberikan bantuan irigasi perpompaan dan membangun jaringan irigasi tersier untuk mendukung kembali aktivitas budidaya pertanian.

"Dengan adanya sarana irigasi ini, kita berharap ketersediaan air dapat lebih terjamin sehingga lahan tetap produktif dan petani dapat terus melakukan kegiatan budidaya," ujarnya.

Salah seorang petani, Yusmanidar, mengaku bersyukur karena sawah yang sempat tertutup material sedimentasi kini kembali dapat ditanami dan segera menghasilkan.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi angin segar bagi petani setelah sempat kehilangan kesempatan menggarap lahan akibat bencana.

Ia memperkirakan padi di lahannya dapat dipanen sekitar satu minggu lagi apabila pertumbuhannya tetap baik.

Meski mulai pulih, petani masih menghadapi persoalan ketersediaan air yang belum sepenuhnya stabil. Saat ini kebutuhan air sawah masih bergantung pada curah hujan dan penggunaan pompa.

Karena itu, pembangunan jaringan irigasi yang dilakukan pemerintah diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar petani tidak lagi terlalu bergantung pada curah hujan dalam mengelola sawah.

1.263 hektare sawah terdampak

Pemulihan sawah di Tanah Taban merupakan bagian dari penanganan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Padang Pariaman.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman mencatat bencana pada akhir 2025 berdampak terhadap 1.263 hektare lahan sawah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 446 hektare mengalami kerusakan ringan, 238 hektare rusak sedang, 450 hektare rusak berat, sedangkan 100 hektare lainnya dinyatakan hilang.

Untuk lahan dengan kerusakan ringan, pemerintah melakukan pemulihan melalui Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) seluas 446 hektare.

Sementara itu, dari 238 hektare lahan yang mengalami kerusakan sedang, sebanyak 198 hektare telah selesai direhabilitasi.

Dengan demikian, masih terdapat sekitar 40 hektare lahan rusak sedang dan 450 hektare lahan rusak berat yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Dari lahan rusak berat tersebut, sebanyak 234 hektare telah diajukan kepada Kementerian Pertanian melalui program rehabilitasi refocusing dan kini memasuki tahapan verifikasi serta validasi lapangan.

Sedangkan sekitar 256 hektare lahan rusak lainnya dan 100 hektare lahan yang dinyatakan hilang masih dalam proses pengusulan untuk memperoleh dukungan penanganan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Irawati mengatakan Pemkab Padang Pariaman akan terus mendorong percepatan pemulihan lahan terdampak bencana dengan tidak hanya memperbaiki kondisi lahan, tetapi juga membangun kembali infrastruktur pendukung pertanian.

"Target kita bukan hanya membuat lahan kembali bisa ditanami, tetapi memastikan lahan tersebut dapat kembali produktif dan memberikan manfaat bagi petani secara berkelanjutan," katanya.
Komentar

Tampilkan

  • Sawah terdampak bencana di Padang Pariaman segera panen
  • 0

Iklan